Gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di pemukiman warga beberapa hari belakangan ini semakin marak. Seperti di perumahan Tegal Badeng Timur dan di dalam kota Negara sering ditemui gepeng baik anak-anak maupun ibu-ibu berkeliaran mengais sumbangan warga.
Hal ini membuat warga merasa tidak nyaman. Mereka mengaku datang dari Karangasem dan Madura, sengaja berkeliling mencari uang dengan mengemis. Bahkan mereka datang bergerombol dan kadang sampai menggedor-gedor pintu warga bila pemilik rumah tak keluar.
Para gepeng ini seperti terorganisir berkeliling rumah-rumah dan jadwal tertentu. Salah seorang warga Tegal Badeng Timur yang mengamati gerak-gerik mereka, dalam satu hari bisa 10 pengemis datang silih berganti. Satu orang diberi uang, maka yang lainnya menyusul satu per satu pada hari itu juga. “dalam satu minggu bisa dua kali orang itu, mungkin dijadwal ya?” ujar warga dengan bertubuh gemuk ini.
Keluhan yang serupa juga disampaikan warga Mendoyo, Gede Rendra. Sama dengan warga di Tegal Badeng Timur, menurutnya gepeng yang kini berkeliaran ini sudah terorganisir. Menurutnya kondisi ini harus segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang seperti Satpol PP. (sur)