Calon presiden (capres) mendatang harus merakyat, bertindak nyata, kaya terobosan dan jauh dari pencitraan semata. Capres juga harus mampu menyatu dan mendengarkan aspirasi dan keinginan rakyat. Partai politik harus dapat mengajukan nama calon presiden yang berkompeten, dekat dengan rakyat, dan menjadi pilihan utama rakyat.
Bangsa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat dan mau mendengar aspirasi rakyatnya. Ini kuncinya untuk memenangkan hati rakyat dalam pilpres mendatang. Kita membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mengkristalisasi pemikiran atau mampu berwacana, tetapi mampu menyatu dan memiliki jiwa merakyat. Sebab, yang dibutuhkan bangsa ini adalah pemimpin yang dapat mengedepankan kesejahteraan bagi rakyat.
Partai-partai harus mengambil hikmah dari hasil sementara pilkada DKI Jakarta. Kekalahan yang dialami cagub dari parpol saat ini justru bernilai positif karena ada waktu yang cukup untuk segera sadar dan berbenah.
Ada sejumlah hal yang harus dimiliki calon pemimpin bangsa ini. Antara lain, dilihat dari kemampuan, pengalaman, serta kecintaannya kepada bangsa dan negara. Perlunya kriteria yang objektf. Rakyat juga harus mengetahui sehingga dapat memilih siapa calon yang baik, bukan memilih kucing dalam karung. Dengan kriteria yang objektif itu, diharapkan dapat memunculkan siapa saja calon-calon yang sesuai dan tepat untuk memimpin serta menjawab tantangan bangsa ini ke depan. Masyarakat seharusnya diajar melihat capres-capres yang memiliki konsep yang tepat dalam memimpin bangsa ini.
Wawan Budayawan
Jakarta
|