‘’Pragina Mas’’ Persembahkan Tari Klasik di PKB XXXII
PRAGINA Mas, sebutan bagi para penari legendaris Bali yang mengabadikan hidupnya untuk seni, akan mengisi acara PKB XXXII Minggu (13/6) mendatang . Gelaran seni itu dipersembahkan UPT Taman Budaya Bali bekerja sama dengan Sanggar Lila Cita, Pinda Blahbatuh-Gianyar. Para pregina Mas itu akan tampil bareng membawakan tarian klasik di Wantilan Taman Budaya pukul 14.00. Mereka adalah Jero Puspawati, Jero Gadung Arwati, Gusti Ayu Raka Rasmi, AA Gede Rahma Putra, Ida Bagus Oka Wirjana, Ni Luh Menek, AA Ayu Kusuma Arini dan AA Ayu Bulan Trisna Djelantik. Demikian dikatakan Kepala UPT Taman Budaya Bali Drs. Dewa Made Nurjana Putra, M.Hum., Selasa (8/6). Ditampilkannya para penari legendaris ini untuk memotivasi generasi muda untuk lebih giat berkarya seni atau melestarikan seni budaya Bali. ‘’Kita perlu terus memperkenalkan para maestro seni kepada generasi muda melalui ajang PKB agar termotivasi melestarikan dan mengembangkan seni budaya,’’ katanya.
Dalam gelar seni klasik itu Jero Puspawati, seniman tari kelahiran Tegeh Kori Denpasar tahun 1933 akan membawakan Tari Candra Metu. Tari Candra Metu menggambarkan tentang keindahan bulan saat keluar dari peraduannya. Sinar bulan yang bercahaya indah, seakan membagikan keindahan di setiap sudut bumi. Jero Puspawati sejak umur tujuh tahun telah belajar menari dari Wayan Rindi dan Nyoman Kaler yang menciptakan tarian ini pada tahun 1942.
Selanjutnya penari Jero Gadung Arwati dari Tabanan kelahiran tahun 1937, akan membawakan Tari Wiranata. Tarian ini menggambarkan kegagahan dan keagungan seorang raja dalam memimpin rakyatnya. Awalnya tarian ini diciptakan oleh seniman besar I Nyoman Kaler tahun 1946, kemudian direvisi oleh I Nyoman Ridet. Jero Gadung Arwati belajar menari sejak umur 9 tahun dari Made Pasek di Kerambitan dan Nyoman Ridet.
Penari lainnya adalah Gusti Ayu Raka Rasmi yang membawakan Tari Oleg Tamulilingan (memerankan kumbang betina). Gusti Ayu Raka Rasmi tercatat sebagai penari pertama tarian yang diciptakan Ketut Maria (Mario) tahun 1952 ini. Penari kelahiran Peliatan Ubud tahun 1939 awalnya belajar tari Condong Legong dari Gusti Made Sengog, kemudian dilatih tari Oleg oleh Ketut Maria. Oleg Tamulilingan merupakan tarian yang menggambarkan dua ekor kumbang jantan dan betina sedang memadu kasih di taman bunga. Penari kumbang jantan akan dibawakan AA Gede Rahma Putra.
Tari Goak Macok yang menggambarkan kegesitan burung gagak sedang menjaga sarangnya yang divisualisasikan dalam kelincahan menari sambil duduk, dibawakan Ida Bagus Oka Wirjana (81 tahun). Seniman tari dari Blangsinga, Blahbatuh Gianyar ini sejak belia telah belajar Tari Baris dari pamannya, Ida Bagus Kompyang. Kemudian pernah menjadi murid Ketut Mario untuk mempelajari Tari Kebyar Duduk yang juga ciptaan Mario. (08)