Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Mimbar Agama
Senin, 27 Maret 2011 | BP
Retret Agung 2011
MIMBAR AGAMA (KATOLIK)

Ketika saya akan tinggal di asrama, dari rumah saya diantar oleh ayah dan paman saya. Paman adalah adik ibu saya, atau ipar ayah saya. Ia sosok ''kejawen'' yang gemar matiraga, penghias tiang dan payung kraton dengan cat dan prada. Sebelum meninggalkan saya, paman banyak memberi nasihat, antara lain ia berkata, ''Banyak orang yang mempunyai gegayuhan yang dilambari dengan doa dan puasa. Karena mereka melakukannya, mereka berhasil dengan baik. Demikian pula kamu. Jika kamu ingin berhasil dalam hidupmu, jangan lupa berdoa dan sering-seringlah berpuasa.'' Saya menjawab dengan ya,ya saja; tetapi ayah saya hanya diam saja, tidak menanggapinya, tidak mendukung dan juga tidak menyanggah.

Masa 40 hari sebelum Paska disebut Masa Prapaskah. Umat Katolik mempersiapkan hari raya terbesar itu dengan berpuasa, berdoa, berderma dan bertobat; maka juga disebut Masa Puasa. Masa Puasa dimulai pada hari Rabu Abu. Sejak Rabu Abu, 9 Maret 2011, umat Katolik memasuki Masa Puasa atau Masa Prapaskah. Jadi, hari ini mereka berada dalam masa puasa. Tepatnya, hari ini adalah hari Minggu Prapaskah III. Masa 40 hari ini mengikuti puasa yang dilakukan selama 40 hari oleh Musa (lih Kel 24:18), Nabi Elia (lih 1Raj 19;8) dan khususnya Yesus (lih Mrk 1:13). Sungguh menarik bahwa ketiga tokoh itu pernah bertemu di atas puncak gunung yang tinggi. (Tradisi menyebutnya sebagai gunung Tabor.) Peristiwanya disaksikan oleh ketiga murid utama Yesus, yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus. Bacalah Injil Matius 17:1-9.

Namun, apakah umat Katolik masa kini juga melakukan puasa seperti yang dilakukan oleh ketiga tokoh besar itu? Mungkin ada yang melakukannya (a.l. umat Gereja Katolik Timur), tetapi sebagian terbesar tidak. Puasa yang dilakukan dalam Gereja Katolik Roma sekarang ditetapkan pada abad ke-7, ketika di Roma puasa mulai pada hari Rabu Abu. Di Gereja Timur masa Prapaskah berlangsung tujuh minggu. Pada awalnya puasa ini dilakukan dengan keras. Orang hanya diizinkan makan satu kali menjelang petang, tanpa boleh makan daging, ikan dan makanan dari susu. (Menjadi vegetarian selama 40 hari). Orang-orang Katolik Timur masih mempertahankan sebagian disiplin keras ini. Orang-orang Katolik Roma mengikuti petunjuk dari Uskup setempat. Uskup menuliskannya dalam ''Surat Gembala Prapaskah dan Paskah''.

Selain itu, Masa Prapaskah juga ditandai dengan adanya tema dan Aksi Puasa Pembangunan (APP). Tema APP bagi Keuskupan Denpasar tahun 2011 adalah: ''Pemberdayaan Kesejatian Hidup: Kesejatian dalam Mewujudkan Diri''. Tema tersebut dirinci lagi dalam subtema-subtema: 1. Bersyukur kepada Tuhan atas anugerah kehidupan; 2. Terlibat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup bersama; 3. Bertobat untuk mewujudkan diri dalam kesejatian hidup; 4. Membangun kesejahteraan yang berwawasan lingkungan; 5. Membangun relasi yang harmonis dengan seluruh ciptaan dalam kesejatian Hidup.

Subtema tersebut ada yang sudah, dan ada yang akan di-sharing-kan dalam komunitas kelompok kategorial dan dalam KBG; dalam forum yang disebut Pendalaman Iman. Kemudian, substansinya diterapkan dalam hidup sepanjang tahun dari Rabu Abu, 9 Maret 2011 sampai 21 Februari 2012. Mulai Rabu Abu 22 Februari 2012 umat Katolik melaksanakan tema APP 2012.

Bagi umat Katolik, Masa Prapaskah merupakan Retret Agung, masa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan laku tapa, antara lain bertobat, berdoa, berpuasa, berpantang, berderma, melakukan devosi Jalan Salib, melakukan pendalaman iman bersama anggota komunitasnya, serta melakukan Ibadat Harian (Liturgia Horarum).

Dalam masa Retret Agung tidak ada penerimaan Sakramen Perkawinan. Sebaliknya, umat wajib menerima Sakramen Pengakuan Dosa (Sakramen Tobat) dan Sakramen Ekaristi. Sebelum menerima Sakramen Tobat, umat seyogyanya menghadiri rekoleksi dengan bimbingan seorang imam dan melakukan ibadat tobat bersama. Setiap Jumat umat dianjurkan mengikuti devosi Jalan Salib bersama di gereja. Jika tidak sempat, ia dianjurkan untuk melakukannya di rumah dengan buku Puji Syukur, Madah Bakti atau buku khusus Jalan Salib. Pada hari-hari yang ditetapkan bersama komunitas, umat dianjurkan melakukan pendalaman iman membahas tema dan subtema yang telah digariskan. Jika memungkinkan, umat ikut merayakan Misa setiap hari. Ya, namanya saja Retret Agung. Dalam melakukan Ibadat Harian yang biasanya hanya Laudes (Ibadat Pagi), Vesper (Ibadat Sore) dan Completorium (Ibadat Penutup), sekali-sekali hendaknya ditambah dengan Officium Lectionis (Ibadat Bacaan) dan Hora Media (Ibadat Siang). Dan, semuanya itu dilakukan dengan tujuan demi kemuliaan Tuhan (Ad Maiorem Dei Gloriam) semata.

•     Hidup Lebih Berkualitas
•     Menghayati Kembali Makna Adven
•     Raja Semesta Alam
•     Menimbun Harta Sejati
•     Pemimpin Sejati
•     Tiga Utusan Surgawi
•     Gusti Wedakarna Siap Resmikan ''The Hindu Center of Aceh''
•     Ramadhan yang Dirindukan
•     Peringatan Hari
•     Menuai Taburannya Sendiri
•     Kemenangan dan Keberuntungan yang Sebenarnya
•     Waisak, Meneladani Buddha
•     Menuju Bali Damai
•     Mengatasi Masalah Kehidupan
•     Bukti Cinta Sesama Orang Beriman
•     Ajaran Para Buddha
•     Berlaku Adil Tanpa Memandang Muka
•     Ordo Karmel III Komunitas Santa Teresa Avila, Bali
•     Renungan Tahun Baru
•     Khotbah
•     Masa Adven 2012
•     Hidup Berbahagia
•     Ibrahim, Tokoh Teladan yang Diidolakan
•     Mimbar Buddha
•     FKUB Terjun ke Kantong-kantong Komunitas Beda Agama
•     Ujian Hidup
•     Menyaksikan Mukjizat Tuhan
•     Syarat Yadnya Berpahala Mulia
•    
•     Tiga Landasan Dasar Keimanan Agama Khonghucu
•     Ketaatan yang Penuh Kasih
•     Bangkit Menuju Kebebasan
•     Tulus dan Jujur
•     Hari Doa Panggilan Sedunia
•     Hari Ini, Digelar ''Shie Jit Thien Sang Sen Muk''
•     Pulau Bagi Diri Sendiri
•     Sampaikan Aspirasi Hendaknya Tak Anarkis
•     Vihara Purnama Bali Gelar Upacara Pemberkatan
•     Warisan Leluhur
•     Adat Hindu Harus Selalu
•     (Ignatius Suharto) Mendidik Kaum Muda
•     Badai Matahari Timbulkan Fenomena Mengagumkan
•     Al Qur
•     Jadilah Seorang Pengasih
•     Umat Kepunyaan Tuhan, yang Tetap Rajin Berbuat Baik
•     Lancip Gunung, Runcing Keris, Tajam Pikiran...
•     Kekayaan Duniawi
•     Cinta Kasih dan Kesuksesan
•     Memelihara Kasih Persaudaraan
•     Bulan Kitab Suci Nasional
•     Puasa Pun Usai, Lalu?
•     Nilai Agamis Sembahyang ''King Hoo Ping''
•     Ramadhan, Anugerah Istimewa
•     Membangun Keluarga Memajukan Gereja
•     Tertipu Dunia, Mengabaikan Ayat-AyatNya
•     Debu Batin
•     Bangun Persaingan yang Sehat Bermartabat
•     Minggu Panggilan
•     Retret Agung 2011
•     Memaknai Perayaan Tahun Baru Imlek
•     Ambil Waktu Anda
•     Meneladan Keluarga Kudus dari Nazaret
•     Jangan Berhenti Berbuat Baik
•     Renungan Dermaga Wacana
•     Penderitaan
•     Berbuat Baik di Bulan Kathina
•     Mulut Orang Benar Sumber Kehidupan
•     Ketaatan
•     Ihwal Buah Ramadhan
•     Syukur Bisa Bangun Pagi Ini
•     Umat Katolik di Singaraja Masih Trauma
•     Mimbar Buddha Jiwa-Jiwa yang Merdeka
•     Konfusianitas
•     Inti Isra' Mi'raj: Shalat!
•     Pesta Bola Dunia
•     Merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus
•     Umat Buddha Rayakan Waisak
•     Gema Waisak
•     Menjadi Saksi Kristus
•     Mempesona, namun Menjerumuskan
•     Umat Rayakan Jumat Agung
•     Persiapan Paskah 2010
•     Oleh I Ketut Wiana
•     Menciptakan Hoki
•     Menjadi Anggota Tubuh Kristus
•     Sejarah Tahun Baru Imlek
•     Mewujudkan Harapan Baru
•     Membangun Wawasan tentang Waktu
•     Natal, Penggenapan Suatu Penantian dan Harapan
•     Hari Sembahyang Tang Cik
•     Persiapan Natal 2009
•     Ibrahim Sang Teladan
•     Kiamat
•     Perayaan Tumpek Krulut Pemujaan Bunyi-bunyian Menuju Harmonisasi Alam
•     Uang dan Keadilan
•     Putu Arya Tirtawirya dan Kematian yang Akrab
•     Pahlawan Keadilan dan Kejujuran

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak