Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Mimbar Agama
Senin, 06 Februari 2010 | BP
MIMBAR AGAMA KRISTEN PROTESTAN
Menjadi Anggota Tubuh Kristus
Dr. Paul Brand dalam buku yang ditulis oleh Philip Yancey, "Diciptakan dengan Dahsyat dan Ajaib", mengatakan bahwa Tuhan kita adalah Allah yang menyukai keragaman.

---



Ia tidak berhenti dengan mencipta seribu spesies serangga. Untuk jenis kumbang saja, Ia mencipta tiga ratus ribu spesies. Ia melimpahkan berbagai warna, rancangan dan tekstur yang berbeda pada dunia. Ia memberi kita orang Skandinavia yang pirang, orang Italia yang kecoklatan, orang Rusia yang bertulang besar, dan orang Jepang yang ramping.

Ia menciptakan orang kulit hitam di Murphy, Carolina Utara, yang meneriakkan pujian mereka kepada Tuhan. Dan orang-orang percaya di Austria yang monoton, diiringi organ yang megah, dan diterangi oleh jendela kaca patri. Beberapa suku di Afrika menarikan pujian mereka bagi Tuhan, mengikuti permainan para pemain gendang yang mahir.

Sementara orang-orang Kristen di Jepang yang tenang, mengungkapkan rasa syukur mereka dengan menciptakan benda-benda indah. Dan orang India mengangkat tangan mereka ke atas, dengan kedua telapak tangan dirapatkan, dalam sikap hormat Namaste, yang berakar pada konsep Hindu untuk menunjukkan "Aku menyembah Tuhan yang aku lihat di dalam engkau".

Ketika melihat keragaman di antara kita, kita cenderung untuk membandingkan diri dengan orang lain, atau membandingkan orang yang satu dengan yang lain. Kadang kita merasa diri lebih baik, lebih benar dari yang lain, lalu kita mulai mencela dan memandang rendah mereka yang tidak sama dengan kita, tidak dapat menghargai mereka dan menerima mereka sebagai bagian dari hidup kita.

Namun, tidak jarang juga kita merasa minder dengan keberadaan kita, karena kita merasa orang lain lebih baik dari kita, merasa diri kurang, bahkan tidak berguna. Tidak berarti dan berharga. Keragaman yang dipandang dengan cara seperti itu membawa kita pada persaingan untuk mencari siapa yang lebih penting dan utama. Hal itu biasanya mengakibatkan perpecahan di antara kita.

Apa sebenarnya yang Tuhan kehendaki dengan menciptakan keragaman? Rasul Paulus dalam I Korintus 12 : 12-31 melihat dan menggambarkan keragaman sebagai dasar untuk membentuk satu kesatuan. Keragaman dalam jemaat bukan untuk membuat anggota jemaat membandingkan diri satu dengan yang lain, bukan juga untuk menciptakan persaingan dan perpecahan, melainkan membentuk kesatuan yang dianalogikan sebagai satu tubuh Kristus.

Judul yang diberikan LAI untuk perikop I Korintus 12 : 12-31 adalah "Banyak anggota tetapi satu tubuh". Melalui perikop ini Rasul Paulus merngajak kita untuk melihat bagaimana seharusnya kita memandang dan memaknai keragaman dalam jemaat, yang adalah tubuh Kristus. Rasul Paulus merasa penting untuk menuliskan hal ini karena keragaman di tengah-tengah jemaat Korintus telah membawa mereka pada perpecahan.

Di antara mereka ada orang-orang yang memiliki karunia yang dipandang spektakuler, lalu memandang diri mereka lebih tinggi dari orang-orang yang tidak memiliki karunia yang sama seperti mereka. Dan ada juga mereka yang merasa hanya memiliki karunia yang biasa dan tidak spektakuler lalu merasa diri rendah dan mulai menarik diri mereka dari persekutuan dan pelayanan, karena merasa bukan bagian dari tubuh Kristus.

Rasul Paulus menegaskan bahwa Kristus hanya memiliki satu tubuh. Dan sama seperti tubuh yang satu itu terdiri dari banyak anggota tubuh, yang berbeda bentuk, posisi, peran dan fungsinya, demikian juga dengan tubuh Kristus yang satu itu. Tiap-tiap anggota memang berbeda, meskipun demikian, tidak peduli siapa mereka, orang Yahudi atau Yunani, budak atau orang merdeka, mereka sudah dipersatukan di dalam roh menjadi satu tubuh Kristus. Mereka memang berbeda, tetapi keberbedaan mereka memang dirancang untuk membentuk suatu kesatuan tubuh Kristus (ayat 12-14).

Jika keadaan kita tidak sama dengan orang lain dalam hal bentuk, posisi, peran dan fungsi kita dalam tubuh Kristus, tidak semua orang di antara kita boleh merasa rendah diri dan berkata bahwa kita bukan tubuh Kristus. Mengapa? Itu kerena sbb.;

1. Tiap-tiap anggota punya tempat dan peranannya sendiri, yang tidak bisa digantikan oleh orang lain (ayat 15-20). Karena sesungguhnya, anggota tubuh Kristus memang beranekaragam, dan masing-masing diciptakan secara khusus, dan diberi tempat yang khusus sesuai dengan yang dikehendaki Allah.

2. Tiap-tiap anggota tubuh dibentuk dan dirancang berbeda, supaya satu sama lain dapat bekerja sama, saling membantu dan mendukung (ayat 21-25). Anggota tubuh yang satu memerlukan kehadiran anggota tubuh yang lain. Sekecil apapun anggota tubuh itu, ia tetap diperlukan dan dibutuhkan. Oleh sebab itu, tidak ada satu anggota tubuh pun yang pantas untuk direndahkan dan diremehkan. Anggota yang terkecil dan terlemah sekalipun memiliki fungsi dan peran yang penting untuk orang lain. Dalam keragaman, setiap anggota tubuh diminta untuk saling menghormati dan memperhatikan.

3. Setiap anggota yang berbeda sudah disatukan sebagai suatu kesatuan yang saling berkaitan (ayat 26). Keterkaitan satu dengan yang lain membuat rasa sakit yang diderita oleh satu anggota tubuh dirasakan oleh seluruh tubuh. Demikian juga, sebuah pujian dan penghormatan dapat membawa sukacita bagi semuanya.

Tiap-tiap orang sebagai anggota tubuh Kristus telah ditetapkan oleh Allah untuk menjalankan peran dan fungsinya masing-masing. Ada yang berperan sebagai rasul, sebagai nabi atau sebagai pengajar. Ada yang kelihatan spektakuler, seperti menyembuhkan dan melakukan mujizat, tetapi ada juga yang biasa. Tetapi tidak ada hirarki karunia. Semua sama penting dan berharga, tipa-tiap karunia diberikan kepada masing-masing anggota sesuai dengan fungsi dan peran yang dikehendaki Allah untuk melakukan pekerjaan-Nya (ayat 27-30, lihat juga ayat 7-11).





Pdt. I P Widiarsana



•     Hidup Lebih Berkualitas
•     Menghayati Kembali Makna Adven
•     Raja Semesta Alam
•     Menimbun Harta Sejati
•     Pemimpin Sejati
•     Tiga Utusan Surgawi
•     Gusti Wedakarna Siap Resmikan ''The Hindu Center of Aceh''
•     Ramadhan yang Dirindukan
•     Peringatan Hari
•     Menuai Taburannya Sendiri
•     Kemenangan dan Keberuntungan yang Sebenarnya
•     Waisak, Meneladani Buddha
•     Menuju Bali Damai
•     Mengatasi Masalah Kehidupan
•     Bukti Cinta Sesama Orang Beriman
•     Ajaran Para Buddha
•     Berlaku Adil Tanpa Memandang Muka
•     Ordo Karmel III Komunitas Santa Teresa Avila, Bali
•     Renungan Tahun Baru
•     Khotbah
•     Masa Adven 2012
•     Hidup Berbahagia
•     Ibrahim, Tokoh Teladan yang Diidolakan
•     Mimbar Buddha
•     FKUB Terjun ke Kantong-kantong Komunitas Beda Agama
•     Ujian Hidup
•     Menyaksikan Mukjizat Tuhan
•     Syarat Yadnya Berpahala Mulia
•    
•     Tiga Landasan Dasar Keimanan Agama Khonghucu
•     Ketaatan yang Penuh Kasih
•     Bangkit Menuju Kebebasan
•     Tulus dan Jujur
•     Hari Doa Panggilan Sedunia
•     Hari Ini, Digelar ''Shie Jit Thien Sang Sen Muk''
•     Pulau Bagi Diri Sendiri
•     Sampaikan Aspirasi Hendaknya Tak Anarkis
•     Vihara Purnama Bali Gelar Upacara Pemberkatan
•     Warisan Leluhur
•     Adat Hindu Harus Selalu
•     (Ignatius Suharto) Mendidik Kaum Muda
•     Badai Matahari Timbulkan Fenomena Mengagumkan
•     Al Qur
•     Jadilah Seorang Pengasih
•     Umat Kepunyaan Tuhan, yang Tetap Rajin Berbuat Baik
•     Lancip Gunung, Runcing Keris, Tajam Pikiran...
•     Kekayaan Duniawi
•     Cinta Kasih dan Kesuksesan
•     Memelihara Kasih Persaudaraan
•     Bulan Kitab Suci Nasional
•     Puasa Pun Usai, Lalu?
•     Nilai Agamis Sembahyang ''King Hoo Ping''
•     Ramadhan, Anugerah Istimewa
•     Membangun Keluarga Memajukan Gereja
•     Tertipu Dunia, Mengabaikan Ayat-AyatNya
•     Debu Batin
•     Bangun Persaingan yang Sehat Bermartabat
•     Minggu Panggilan
•     Retret Agung 2011
•     Memaknai Perayaan Tahun Baru Imlek
•     Ambil Waktu Anda
•     Meneladan Keluarga Kudus dari Nazaret
•     Jangan Berhenti Berbuat Baik
•     Renungan Dermaga Wacana
•     Penderitaan
•     Berbuat Baik di Bulan Kathina
•     Mulut Orang Benar Sumber Kehidupan
•     Ketaatan
•     Ihwal Buah Ramadhan
•     Syukur Bisa Bangun Pagi Ini
•     Umat Katolik di Singaraja Masih Trauma
•     Mimbar Buddha Jiwa-Jiwa yang Merdeka
•     Konfusianitas
•     Inti Isra' Mi'raj: Shalat!
•     Pesta Bola Dunia
•     Merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus
•     Umat Buddha Rayakan Waisak
•     Gema Waisak
•     Menjadi Saksi Kristus
•     Mempesona, namun Menjerumuskan
•     Umat Rayakan Jumat Agung
•     Persiapan Paskah 2010
•     Oleh I Ketut Wiana
•     Menciptakan Hoki
•     Menjadi Anggota Tubuh Kristus
•     Sejarah Tahun Baru Imlek
•     Mewujudkan Harapan Baru
•     Membangun Wawasan tentang Waktu
•     Natal, Penggenapan Suatu Penantian dan Harapan
•     Hari Sembahyang Tang Cik
•     Persiapan Natal 2009
•     Ibrahim Sang Teladan
•     Kiamat
•     Perayaan Tumpek Krulut Pemujaan Bunyi-bunyian Menuju Harmonisasi Alam
•     Uang dan Keadilan
•     Putu Arya Tirtawirya dan Kematian yang Akrab
•     Pahlawan Keadilan dan Kejujuran

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak