Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Mimbar Agama
Senin, 28 Nopember 2009 | BP
Perayaan Tumpek Krulut Pemujaan Bunyi-bunyian Menuju Harmonisasi Alam
Sebulan setelah Tumpek Kuningan, umat Hindu di Bali mengenal rerahinan Tumpek Krulut. Sabtu (28/11) ini, umat kembali merayakan Tumpek Krulut. Apa makna yang bisa dipetik dari rerahinan ini?



DOSEN IHDN Denpasar Ketut Wiana mengatakan Tumpek Krulut merupakan hari kasih sayang. Kasih sayang itu diwujudkan dalam bentuk keindahan, dalam hal ini suara gamelan. Yang dipuja dalam Tumpek Krulut adalah Ida Sanghyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Semara Ratih. Karena itu banten yang dihaturkan adalah sesayut lulut asih.

Hal yang sama dikatakan Dekan Fakultas Dharma Duta IHDN IGN Sudiana. Tumpek Krulut itu berasal dari kata lulut yang artinya hati menyatu dengan keindahan (sundaram) sehingga pikiran menjadi damai. Dalam konteks itu, kita sesungguhnya perlu seni hiburan untuk menyeimbangkan hidup.

Sementara dosen FS Unud I.B. Jelantik mengatakan, pada Tumpek Krulut, umat meyakini Tuhan dalam prabawa-nya sebagai Siwanataraja turun ke bumi untuk menarikan 36 tatwa dalam rangka menyejahterakan buana agung dan buana alit. Untuk mengiringi tarian itu, umat memainkan gamelan atau gong. Di Kota Denpasar, sejak beberapa tahun lalu, ada prosesi pemaknaan Tumpek Krulut dengan menampilkan beragam kesenian, tari dan tabuh. Pada Tumpek Krulut, seluruh perangkat gong dibunyikan untuk menciptakan santha rasa atau rasa damai. Dengan adanya rasa kedamaian, diharapkan tercipta kesejahteraan lahir dan batin.

Pengamat budaya dan agama Ida Bagus Agastia mengatakan di Bali konsep suara itu penting, sehingga ada istilah wija aksara suci. Dari situ muncul peradaban suara sehingga dikenal genta, sunari, pinekan, kulkul dan berbagai jenis gamelan berbahan kerawang, besi maupun bambu. Selain peradaban suara, di Bali juga dikenal peradaban warna dan rasa. Sementara ritual Tumpek Krulut, berkaitan dengan peradaban suara dalam hal ini gamelan atau gong. Berkaitan dengan suara, griengan suara kumbang juga menjadi perhatian para kawi pada zaman lampau yakni pada sasih Kapat yang dikenal dengan tradisi Ngapat. Purnama Kapat dijadikan kesempatan yang baik untuk nyastra, menulis dan mendiskusikan karya-karya indah. Para pujangga biasanya pergi ke pantai dan gunung untuk menangkap keindahan alam, menyimak kicauan burung, deburan ombak, mengamati indahnya kelopak bunga, mendengar griengan suara kumbang dan sebagainya. Itu semua ditangkap kemudian dituangkan dalam bentuk karya sastra.

Sementara itu, Kabag Humas Kota Denpasar Erwin Suryadarma Sena mengatakan setiap Tumpek Krulut Pemkot Denpasar merayakan rerahinan Tumpek Krulut yang dipusatkan di Lapangan Puputan Badung. Perayaan ini sebagai bentuk revitalisasi spirit Tumpek Krulut. Kata Erwin, makna pemujaan Tumpek Krulut tidak lain adalah mendalami spirit tetabuhan yang melahirkan keteduhan dan kekuatan. Nada dan bunyi memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa, bahkan diyakini merupakan kekuatan yang utama. Dalam konteks pemujaan keharmonisan alam bisa dicapai dengan membangkitkan kekuatan Siwa agar bergerak. Kreasi gerak Siwa karena alunan nada ini dikenal Siwanataraja. Secara filsafat pemujaan bunyi-bunyian saat Tumpek Krulut mengandung makna pengendalian Tri Guna (satwam, rajas, dan tamas) serta Tri Marga yakni dharma, artha dan kama.

Bila dipahami lebih jauh alunan nada-nada merupakan proses menuju harmonisasi alam. Guna mewujudkan harmonisasi alam ini perlu dilakukan perenungan dan memohon kepada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Siwa. (lun)

•     Hidup Lebih Berkualitas
•     Menghayati Kembali Makna Adven
•     Raja Semesta Alam
•     Menimbun Harta Sejati
•     Pemimpin Sejati
•     Tiga Utusan Surgawi
•     Gusti Wedakarna Siap Resmikan ''The Hindu Center of Aceh''
•     Ramadhan yang Dirindukan
•     Peringatan Hari
•     Menuai Taburannya Sendiri
•     Kemenangan dan Keberuntungan yang Sebenarnya
•     Waisak, Meneladani Buddha
•     Menuju Bali Damai
•     Mengatasi Masalah Kehidupan
•     Bukti Cinta Sesama Orang Beriman
•     Ajaran Para Buddha
•     Berlaku Adil Tanpa Memandang Muka
•     Ordo Karmel III Komunitas Santa Teresa Avila, Bali
•     Renungan Tahun Baru
•     Khotbah
•     Masa Adven 2012
•     Hidup Berbahagia
•     Ibrahim, Tokoh Teladan yang Diidolakan
•     Mimbar Buddha
•     FKUB Terjun ke Kantong-kantong Komunitas Beda Agama
•     Ujian Hidup
•     Menyaksikan Mukjizat Tuhan
•     Syarat Yadnya Berpahala Mulia
•    
•     Tiga Landasan Dasar Keimanan Agama Khonghucu
•     Ketaatan yang Penuh Kasih
•     Bangkit Menuju Kebebasan
•     Tulus dan Jujur
•     Hari Doa Panggilan Sedunia
•     Hari Ini, Digelar ''Shie Jit Thien Sang Sen Muk''
•     Pulau Bagi Diri Sendiri
•     Sampaikan Aspirasi Hendaknya Tak Anarkis
•     Vihara Purnama Bali Gelar Upacara Pemberkatan
•     Warisan Leluhur
•     Adat Hindu Harus Selalu
•     (Ignatius Suharto) Mendidik Kaum Muda
•     Badai Matahari Timbulkan Fenomena Mengagumkan
•     Al Qur
•     Jadilah Seorang Pengasih
•     Umat Kepunyaan Tuhan, yang Tetap Rajin Berbuat Baik
•     Lancip Gunung, Runcing Keris, Tajam Pikiran...
•     Kekayaan Duniawi
•     Cinta Kasih dan Kesuksesan
•     Memelihara Kasih Persaudaraan
•     Bulan Kitab Suci Nasional
•     Puasa Pun Usai, Lalu?
•     Nilai Agamis Sembahyang ''King Hoo Ping''
•     Ramadhan, Anugerah Istimewa
•     Membangun Keluarga Memajukan Gereja
•     Tertipu Dunia, Mengabaikan Ayat-AyatNya
•     Debu Batin
•     Bangun Persaingan yang Sehat Bermartabat
•     Minggu Panggilan
•     Retret Agung 2011
•     Memaknai Perayaan Tahun Baru Imlek
•     Ambil Waktu Anda
•     Meneladan Keluarga Kudus dari Nazaret
•     Jangan Berhenti Berbuat Baik
•     Renungan Dermaga Wacana
•     Penderitaan
•     Berbuat Baik di Bulan Kathina
•     Mulut Orang Benar Sumber Kehidupan
•     Ketaatan
•     Ihwal Buah Ramadhan
•     Syukur Bisa Bangun Pagi Ini
•     Umat Katolik di Singaraja Masih Trauma
•     Mimbar Buddha Jiwa-Jiwa yang Merdeka
•     Konfusianitas
•     Inti Isra' Mi'raj: Shalat!
•     Pesta Bola Dunia
•     Merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus
•     Umat Buddha Rayakan Waisak
•     Gema Waisak
•     Menjadi Saksi Kristus
•     Mempesona, namun Menjerumuskan
•     Umat Rayakan Jumat Agung
•     Persiapan Paskah 2010
•     Oleh I Ketut Wiana
•     Menciptakan Hoki
•     Menjadi Anggota Tubuh Kristus
•     Sejarah Tahun Baru Imlek
•     Mewujudkan Harapan Baru
•     Membangun Wawasan tentang Waktu
•     Natal, Penggenapan Suatu Penantian dan Harapan
•     Hari Sembahyang Tang Cik
•     Persiapan Natal 2009
•     Ibrahim Sang Teladan
•     Kiamat
•     Perayaan Tumpek Krulut Pemujaan Bunyi-bunyian Menuju Harmonisasi Alam
•     Uang dan Keadilan
•     Putu Arya Tirtawirya dan Kematian yang Akrab
•     Pahlawan Keadilan dan Kejujuran

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak