Untitled Document
Untitled Document
» Kesehatan
Minggu, 12 Juli 2009 | BP
Mengenal Penyakit Kusta
Oleh dr. Irene Tantia Utami

PERNAHKAH Anda atau orang-orang di sekitar mengalami bercak pada kulit yang mati rasa? Waspadalah, itu bukanlah panu atau kurap, melainkan kusta atau lepra.

Penyakit kusta terdengar begitu menakutkan karena cacat tubuh yang ditimbulkan tampak menyeramkan. Hal ini memberi efek yang sangat besar pada masyarakat sehingga pasien kusta menderita tidak hanya karena penyakitnya saja, juga karena dampak sosial yaitu dikucilkan oleh masyarakat. Padahal, dengan diagnosis dini dan pengobatan tepat, kusta dapat disembuhkan tanpa cacat, serta rantai penularannya dapat diputuskan.

Kusta telah ada sejak zaman dahulu, bahkan dikatakan merupakan penyakit tertua di dunia. Kusta adalah penyakit infeksi kronis, yang disebabkan oleh kuman mycobacterium leprae. Yang diserang pertama kali adalah saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, selaput lendir mulut, saluran nafas bagian atas, dan organ tubuh lain kecuali susunan saraf pusat.

Penularan dan Gejala

Penularan penyakit kusta belum diketahui dengan pasti, tetapi sebagian besar para ahli mengatakan bahwa penularannya melalui saluran pernafasan dan kontak langsung antar-kulit yang lama dan erat, namun gejala klinis dan tingkat keparahannya berbeda antar-individu tergantung pada jumlah kuman, keganasannya, dan daya tahan tubuh penderita.

Pada kulit, gejala yang menonjol adalah berupa bercak kemerahan, kehitaman, atau bercak keputihan, sehingga sering dianggap panu atau kurap. Namun pada kusta, bercak tersebut disertai dengan hilangnya sensasi rasa atau mati rasa, yang dapat diuji menggunakan jarum untuk rasa nyeri, kapas untuk mengetahui rasa raba, dan tabung reaksi berisi air panas dan dingin untuk menguji rasa suhu.

Gejala pada saraf tepi dapat diperiksa melalui beberapa titik saraf, antara lain saraf pada wajah, leher, tangan dan kaki. Dapat dilihat dari pembesaran atau penebalan saraf, kekenyalannya, dan apakah terdapat rasa nyeri. Gangguan saraf yang terkena dapat berupa gangguan fungsi sensoris, yaitu mati rasa, fungsi motoris, yaitu kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak tubuh, dan gangguan fungsi otonom berupa kulit kering, retak, bengkak, dan pertumbuhan rambut yang terganggu. Pada tahap lanjut dapat terjadi penghancuran saraf, dimana kelumpuhan akan menetap, dapat terjadi infeksi yang progresif dengan kerusakan tulang hingga terjadi mutilasi.

Kuman penyakit kusta juga dapat menyerang organ lain, di antaranya mata, hidung, lidah, pita suara, testis, kelenjar limfe, dan ginjal. Pada mata dapat terjadi peradangan pada iris, gangguan penglihatan, sampai kebutaan. Pada hidung dapat terjadi perdarahan dari selaput lendir hidung, atau biasa disebut mimisan, dan kelainan anatomis berupa hidung pelana. Dapat juga terjadi luka pada lidah seperti sariawan dan benjolan pada lidah, suara parau, infeksi kelenjar limfe, dan infeksi ginjal.

Untuk menegakkan diagnosis penyakit kusta, selain terdapat satu di antara gejala klinis pada kulit dan saraf tepi, juga harus dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menentukan ada tidaknya kuman mycobacterium leprae, yaitu berupa pemeriksaan bakterioskopik. Sediaan dapat diambil dari kerokan atau hapusan pada kulit yang paling aktif, di antaranya cuping telinga, lengan, punggung, bokong, dan paha, dimana minimal dilakukan pada tiga tempat, yaitu cuping telinga kanan, kiri, dan bercak yang paling aktif, kemudian setelah dilakukan pengecatan dengan bahan tertentu, sediaan tersebut diperiksa di bawah mikroskop. Dari hasil pemeriksaan dapat dibedakan mana kuman yang solid atau masih aktif dan mana yang sudah tidak aktif.

Untuk kepentingan pengobatan, WHO membagi penyakit kusta menjdi dua tipe, yaitu tipe Pausibasiler (PB), dan tipe Multibasiler (MB). Pada kusta tipe PB terdapat 1-5 buah bercak pada kulit dengan distribusi yang tidak simetris, hilangnya sensasi rasa yang jelas dan hanya mengenai satu cabang saraf, namun memberi hasil pemeriksaan bakterioskopik yang negatif. Sedangkan pada kusta tipe MB ditandai dengan adanya bercak atau kelainan pada kulit lebih dari lima buah, dengan distribusi yang lebih simetris, hilangnya sensasi rasa kurang jelas namun mengenai banyak cabang saraf, serta ditemukan hasil yang positif pada pemeriksaan bakterioskopik.

Upaya Penanganan

Pengobatan penyakit kusta di Indonesia ditanggung oleh pemerintah, jadi penderita yang telah didiagnosa menderita kusta tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperoleh pengobatan di instansi yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Tersedia paket pengobatan yang dikenal dengan nama MDT (Multi Drug Treatment) yang terdiri dari tiga macam obat, yaitu DDS, klofazimin, dan rifampisin. Pengobatan disesuaikan dengan klasifikasi kusta, jika tergolong PB penderita mendapatkan 6 paket MDT-PB yang harus dihabiskan dalam jangka waktu 6-9 bulan. Sedangkan bagi penderita yang tergolong MB akan mendapatkan 12 paket MDT-MB yang harus habis dalam waktu 12-18 bulan.

Dengan pengobatan yang tepat dan adekuat, diharapkan penderita dapat terhindari dari risiko terjadinya kecacatan, dan untuk penderita yang sudah mengalami kecacatan dapat dicegah agar cacat yang terjadi tidak menjadi lebih berat dan tidak kambuh lagi. Beberapa upaya untuk mencegah terjadinya cacat sekunder antara lain perawatan diri sendiri untuk mencegah luka, perawatan luka yang benar, fisioterapi pada otot yang mengalami kelumpuhan, tindakan pembedahan untuk mengurangi perluasan infeksi dan rekontruksi untuk otot yang lumpuh, dan perawatan pada mata, tangan, atau kaki yang mengalami mati rasa atau kelumpuhan.

Sangat diperlukan kesadaran dari tiap lapisan masyarakat untuk dapat ikut serta dalam menanggulangi kusta bukan dengan cara menjauhi mereka, melainkan mengarahkan mereka untuk mendapatkan pengobatan. Untuk penderita kusta agar tidak rendah diri, segeralah memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan terdekat, jangan menunggu hingga terjadi kecacatan. Ingatlah, penyakit kusta dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat. (*)

•     ''Polymer Impregnation'' Mengawetkan Organ Tubuh
•     Tidur Tanpa Pakaian Meningkatkan Kesuburan
•     Siswa Sekolah Pelita Bangsa Raih Juara di Bidang Bahasa
•     ''Softlense'' Diperkaya Vitamin E Atasi Glaucoma
•     Menjaga Sumber Air, Menjaga Kehidupan
•     Gara-Gara DB, Kakak Meninggal, Adik Dirawat di ICU
•     Penyakit Parkinson
•     Malaria dalam Kehamilan
•     Kontrol, Korban Penebasan Kejang-Kejang
•     Stok VAR di Dinkes Bali Cukup untuk 800 Gigitan
•     Klinik Jamu di RS Sanglah Tunggu Standar Pelayanan Medik
•     Memanfaatkan ''Aquifer'' untuk Kebugaran
•     Kurangi Angka Kegemukan
•     Cokelat untuk Gairah Seks
•     Mengintip Pertumbuhan Sang Buah Hati Pemanfaatan USG Dalam Kehamilan
•     Setahun, Kasus Kanker Servik Meningkat 15 Persen
•     Bule Perancis Kabur Dari RS Sanglah
•     Resiko Penyakit jantung pada Penderita Diabetes
•     Mioma Uteri dan Penanganannya
•     Pertolongan Pertama Pada Pasien Henti Nafas dan Henti Jantung
•     Delapan Warga Gianyar Digigit Anjing
•     Hampir Sebulan Dirawat, Pasien DB Meninggal
•     Hindarkan DB Maupun Tifus
•     FARINGITIS AKUT
•     Mengenal Alergi Makanan
•     PD Parkir Belum Bisa Ganti Penuh
•     Pasien JKBM Membludak, Capil Kekurangan Fomulir KTP
•     Kurang, Respon Masyarakat Hadapi Rabies
•     Tertimpa Kayu Berpaku, Kepala Bocor
•     LH Larang Buang Limbah Medis ke TPA
•     Dampak Radiasi Alat Pemindai Kesehatan Paling Berbahaya
•     Mentimun untuk Bersihkan Ginjal
•     Fokus di Kualitas, Siap Jadi RSBI
•     Waspadai Bahaya Biduran
•     Sindroma Kompartemen
•     Melatih Otak Pertajam Ingatan
•     Pria Lebih Cepat Pulih
•     Mencermati Plastik
•     dr. Henry Ricardo Handoyo
•     Oleh dr. Yulia Trisna Wijaya
•     dr. Marilaeta Cindryani
•     Wujudkan Bali ''Clean and Green'' Sampah Diolah dengan ''Sanitary Landfill''
•     Tahap Baru Perjuangan Melawan HIV/AIDS
•     Melawan Kerutan Mata Cegah Penuaan
•     Gangguan Pendengaran pada Usia Lanjut
•     Membangun Tulang yang Sehat Sejak dini
•     Kecemasan Perburuk Jantung
•     Diet, Jangan Lupakan Vitamin
•     Mengayunkan Bayi,Waspadai Pendarahan
•     Pertanda Bertambahnya Berat Badan
•     Mengupas Tuntas Penyakit ''Jengger Ayam''
•     Kenali Kusta, Cegah Kecacatannya
•     Mrsx di Batubulan, Blasteran, Belum Ada Keluarga
•     Bermanfaat Rencanakan Karir dan Keluarga
•     Sebagai Penyakit Rematik Tersering Pada Usia Tua
•     Kaki Kejepit Besi
•     RS. Klungkung belum Dapat Dokter Spesialis Bedah
•     Virus H1N1 Bertukar Gen dengan Virus Lain
•     Awas, Reumatik Juga Bisa Mengancam Nyawa
•     Kulit Mulus Bebas Kutil
•     Berisiko Alami Penyimpangan Lebih Tinggi
•     Penanganan Awal pada Cedera Olahraga
•     Teknik IVA Mudah dan Murah Deteksi Kanker Serviks
•     Periksa Pap Smear Sebelum Terlambat
•     Pasien Rabies Tewas di RS Sanglah
•     Mengatasi "Bad Hair Day" Selamanya
•     Dua Jenasah Terlantar di RS Sanglah
•     Jelang Road Race di Surapati Belakang Kantor Bupati Marak Trek-trekan
•     Akhirnya Ketinggian Bangunan Eks.BDB Disesuaikan
•     Stres Bikin Perut Buncit
•     Stres Bikin Perut Buncit
•     Apa itu Penyakit Sendi karena Asam Urat?
•     Obesitas Pada Anak
•     Warga Masih Enggan Kandangkan Anjing
•     Wajah Tirus dengan Terapi Akupunktur dan Totok Aura
•     DB Renggut Korban Lagi
•     PNI Marhaenisme Desak Terbitnya Dekrit Presiden Kembali ke UUD 1945
•     Mandi Air Dingin Meningkatkan Kesuburan
•     MENGENAL MIOMA UTERI SERTA PENANGANANNYA
•     RINITIS ALERGI ( PENYAKIT PILEK ALERGI )
•     Rematik, Momok Penyakit Untuk Usia Lanjut
•     Dewan Soroti Ruangan VIP RS Sanjiwani
•     Minum Arak, Meninggal
•     Stres Akibat Gaya Hidup Ganggu Kesuburan
•     Kulit Anggur membuat Awet Muda
•     Mengenal Penyakit Asam Urat
•     Penanganan Kalus dan Klavus
•     Otitis Media Akut (Infeksi Telinga Akut)
•     Hemat VAR, RS Sanglah Terapkan Metode Baru
•     Diduga Rabies, Bocah Tewas
•     Salah Satu Pasien Hydrocepalus Meninggal
•     Dihantam Motor, Kaki Patah
•     Enam Pasien Hydrocephalus Dari Lombok
•     ASI Bermanfaat bagi Orang Dewasa
•     Upaya Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggulan
•     Depresi dan Stroke Saling Berhubungan
•     Persalinan Normal Tanpa Rasa Nyeri
•     Mitos Pil KB, Benarkah Demikian?
•     Dewan Badung Minta Diskes Seriusi DB
•     Diduga Ditularkan Kucing
•     Digigit Monyet, Minta VAR
•     Tersiram Air Panas, Pantat Balita Melepuh
•     Memberi Kenyamanan Prima dan Higienitas Tinggi
•     Mengenal Penyakit Buerger
•     Mengenal Potensi Anak Sejak Lahir
•     Waspadai Otitis Eksterna
•     Mata ABK Kena Kail
•     Mrs X Diduga Menderita Kelainan Mental
•     Istri Tentara Diceramahi Kanker Leher Rahim
•     Kecil, Pengaruh Masalah Kesuburan Orangtua pada Anak
•     Minum Teh Saat Hamil Bisa Mengganggu Produksi ASI
•     Oleh : dr. Ni Made Ari Estawati
•     dr. Made Bagus Basuki Mahardika
•     Kondisi Puskesmas Abiansemal Memprihatinkan
•     Mengkhawatirkan, Polusi di Klungkung
•     Tertimpa Ikan Hiu
•     Suspect Rabies, Warga Badung Meninggal
•     Stroke Bisa Menyerang Kalangan Usia Muda
•     Tips Hidup Sehat
•     Mengenal Macam-macam Imunisasi Anak
•     Deteksi Dini Gangguan Pendengaran
•     Baju Ketat Pilihan Sehat
•     dalam Rangka Hari Kartini
•     Atasi Rabies, Bangli Kerahkan Pemburu Anjing
•     Picu Penyakit Jantung dan Diabetes
•     Sammy Sempat Buat Lagu di Tahanan
•     KB Berhasil, Pertumbuhan Penduduk Tetap Tinggi
•     Perbekel Seraya Tengah Laporkan Puskesmas Rawat Inap belum Berfungsi
•     Dunia Terancam Krisis Air
•     Mendapatkan Berat Badan Ideal
•     Kurangi Gerak, Hambat Nyeri Sendi
•     Memilih KB yang Tepat
•     Tangani Bibir Sumbing dengan Tepat
•     Tetap Bugar Di Tengah Kesibukan
•     Kebanyakan Gerak, Picu Nyeri Sendi
•     Emosi, Pukul Kaca, Nadi Putus
•     DBD Mulai Mengancam
•     Lakalantas, Ida Pedanda Dilarikan ke RS Klungkung
•     Meningkatkan Kesehatan
•     Tetap Bugar dengan Olahraga Kombinasi
•     Manfaatkan Ganda Olahraga
•     Mengenali dan Mencegah Risiko Penyakit Jantung Koroner
•     Bugar dengan Olahraga Kombinasi
•     Menjaga Kebugaran Tubuh
•     bagi Penderita Jantung
•     Dua Pasien Suspect Rabies di Rawat di RS Sanglah
•     Dikira Air Minum, Balita Tegak Minyak Tanah
•     Mengenal dan Mencegah Serangan Jantung
•     Treadmill Test untuk Diagnosa Penyakit
•     Dewan Minta Dua Kadis Dicopot
•     Jenazah Bule Kecemplung ke Kawah Batur belum Diotopsi
•     Rabies di Pemuteran
•     Pasien Kelas III Membludak, Dewan Sarankan Hapus Kamar Kelas II
•     Pantai Kuta Diterjang Gelombang Lima Meter
•     Kacamata Antiradiasi Atasi Gangguan Mata
•     Hipertensi Kenapa harus Rendah Garam?
•     Kolesterol, Tidak Selamanya Berbahaya
•     Tak Ada Keluarga, Pasien Tetanus Sendirian di RS Sanglah
•     Ngayah Kesehatan, Pamangku dan Balita Periksakan Diri
•     JK Harap PMI Bali Mandiri
•     15 PNS di Buleleng Mengidap HIV/AIDS
•     Tak Mau Kecolongan, Diskes Buka Call Center DB
•     Lakukan Banyak Kesalahan
•     Masih Terjadi Tarik Ulur Eliminasi Anjing
•     Bersin Bisa Sebabkan Kehilangan Pendengaran
•     Acai Berry Cegah Penuaan Dini
•     Ketika Daya Ingat Memudar Mengenal Demensia Alzheimer
•     Benign Prostatic Hyperplasia
•     Derita HIV, Komplikasi Organ, Meninggal
•     Dulu Ogah, Kini Ramai-ramai Melahirkan di Rumah Sakit
•     dr. AA Sri Ekayani
•     Bayi Perempuan Ditinggalkan Ibunya
•     Gratis, Pasien Umum Memilih Program JKBM
•     Dialisis Pada Gagal Ginjal Tahap Akhir
•     Anak Demam, Waspadai DB
•     Operasi Plastik makin Marak
•     -Dalam Rangka hari Ginjal Se Dunia 2010
•     Surfing", Warga Jepang Tewas Diterjang Ombak
•     dr. Ida Bagus Gde Udyoga Manuaba
•     Jaga Kondisi Tubuh dan Kebersihan Lingkungan
•     Yoga Olah Raga yang Tepat untuk Keluarga
•     Oleh dr. A.A. Sri Ekayani
•     Artis Indonesia Rentan HIV/AIDS
•     Diambil Pemiliknya
•     Kamar Terbatas, Jebakan bagi Pasien Miskin
•     Radang Paru, Ancaman Bagi Anak
•     Sayangilah Jantung Anda dari Serangan Jantung
•     Flu Burung Masih Mengancam
•     Lembur Bisa Picu Kanker Payudara
•     Tidak Ada Biaya, Bayi Cacat Tidak Bisa Berobat
•     Ibu Hamil Tewas Kecelakaan
•     Pasien Suspect Rabies Meninggal
•     Kesehatan Jantung Anda
•     Jangan Remehkan Gatal-gatal
•     RS Sanglah Rawat Pasien Suspect Rabies
•     Bupati Geredeg Sibuk Masimakrama
•     80 Ibu Hamil yang Terjangkit HIV/AIDS Ikuti PMTCT di RS Sanglah
•     Di Gianyar Berstatus KLB
•     Dalam Sebulan, Tujuh Kekerasan Seksual Terjadi Pada Anak
•     Dua Warga Asing Digigit Anjing
•     Penyakit Jantung Kini Intai Semua Kalangan
•     Rahasia Cantik Wanita Cina
•     Vegetarian, Gaya Hidup Sehat
•     Pasien Suspect Rabies Asal Jimbaran
•     Singkirkan Jerawat dari Wajah
•     Pasien Membludak, RS Sanglah Tambah 24 Tempat Tidur
•     KESEHATAN Merokok, Ejakulasi Dini dan Gangguan Ereksi
•     Kesetrum Listrik, Pingsan 30 Menit
•     70% Vaksinasi Anjing Tahap Pertama Protektif
•     Bahaya Gorengan dan Kertas Pembungkusnya
•     Alergi Obat Bisa Sebabkan Kematian
•     Musim Penghujan, Longsor dan Penyakit Mengancam di Eks Galian C
•     Dipatuk Ular, Bule Masuk RS
•     Dana Belum Cair, Tabanan Paceklik VAR
•     Waspadai Obesitas pada Anak
•     Pneumonia Terkait Ventilator
•     9 Warga Karangasem Tewas Terkena Rabies
•     Cegah Rabies Masuk Alas Kedaton, Desa Kukuh Gelar Eliminasi
•     RSUD Wangaya Berhasil Lakukan Bedah Saraf
•     Waspadai Konsumsi Air Tanah Dangkal
•     Pemanasan Global Terus Picu Penyakit Tropis
•     ANGGOTA POLSEK TERIMA REWARD
•     bisa Dalam 30 Menit
•     Usai Operasi, Pasien RSUD Buleleng Tewas
•     Austalia akan Sumbang 600.000 Vaksin Rabies
•     Lagi, Cikungunya Serang Yeh Embang
•     Merawat Leher agar Tidak Kendur
•     Mengenal Penyakit Hordeolum
•     Jaga Kelembaban Kulit, Bantu Kurangi Kekambuhan Eksema
•     Penanganan Pasien Laka, Klaim Jasaraharja Dilakukan RS
•     Frekuensi Kencing Balita Berkurang, Waspadai Dehidrasi
•     Satu Lagi, Pasien Rabies Meninggal
•     Toilet Objek Wisata Bersih dan Gratis
•     Cegah Penyakit
•     Anjing Mati Setelah Mengigit, Warga Karangasem Dirawat di RS
•     Mengenal "Successful Aging"
•     Sulit Makan pada Anak
•     Hapus Rujukan Puskesmas Bagi Pasien Insidentil JKBM
•     Jika Tanpa Pengawasan Orangtua
•     Kejatuhan Besi, Jari Putus
•     Gelar Vaksinasi Massal
•     Kurang Minum Air,Fatal bagi Tubuh
•     Edies Adelia Awet Muda, Minum Air
•     Alur JKBM masih Membingungkan Masyarakat
•     Pasien JKBM Membludak, RSUD Buleleng Kekurangan Kamar
•     Lewat Pemeriksaan Air Ketuban Diketahui Struktur Kromosom Janin
•     Merawat Tubuh ala Selebriti Hollywood
•     Hindari Alergi Hewan Peliharaan
•     Biaya Ambulan Pasien Rujukan Tak Ditanggung JKBM
•     Pendingin Bermasalah, Distributor VAR Terhambat
•     JKBM Tanggung Pasien HIV/AIDS
•     Setahun, Klungkung Alami 62 Kasus Gigitan Anjing
•     Perubahan-perubahan pada Wanita Hamil
•     Mengenal Kanker Ovarium Deteksi Dini dan Pencegahannya
•     Gubernur Janji Kaji Kelemahan JKBM
•     Pasien Rabies Asal Ungasan Meninggal
•     Meningkat, Pasien DB yang Ditangani di RSUP
•     TIPS Hindari Tuli, Kurangi Dengarkan Musik Keras
•     Minati Atmagegara: Olahraga Rutin
•     Mengenal Penyakit Kusta
•     Remaja, Hati-hatilah Memakai Kosmetik
•     Vertigo dan Pencegahannya
•     DB Diperkirakan Meningkat Bulan Januari
•     Orok di Kuta Tidak Diautopsi
•     Disumpah, 15 Dokter Gigi Baru FKG Unmas
•     Meditasi Hadapi Isu Kiamat
•     Dampingi Remaja dengan Bijak
•     Kehamilan dan Pemeriksaan USG
•     Ancaman Patah Tulang Terbuka
•     Mencermati Kecanggihan Otak Anak
•     Pemeriksaan Amniocentesis Deteksi Kelainan Bayi Sejak Awal
•     Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
•     Waspadai Trauma Abdomen
•     Hipertensi dalam Kehamilan
•     Leher Riyan Membengkak
•     Derita Tumor Getah Bening Leher Riyan Membengkak
•     Penting, Pemeriksaan Kehamilan Secara Berkala
•     Tremor pada Usia Lanjut
•     Laboratorium Neologi
•     Tahi Lalat di Kulit
•     Biarkan Anak Bereksperimen
•     Gejala dan Pencegahannya
•     Pasien
•     Waspadai Nyeri pada Kepala
•     Pemeriksaan Kesehatan di Pasraman Besakih
•     Sarasehan Tokoh Keperawatan dan Analis Kesehatan Se-Bali
•     Premedikasi Sebelum Pembedahan
•     Gatriwara Badung Bantu Penyandang Cacat
•     14 ODHA Dirawat di RS Sanglah
•     Siasat Tetap Tampil Menawan di Usia 50-an
•     Kiat Alena Jaga Kesehatan dan Rawat Wajah
•     Mengenal Gangguan "Melasma"
•     Penanganan Nyeri Kanker
•     Gelar Seminar "Perkembangan Minimally Invasive Surgery"
•     Mata Membengkak Seukuran Bola Tenis
•     Pelaku Pemerkosaan Dibekuk, Korban Ditindih Sampai Pingsan
•     Labu Bantu Kesehatan Kulit
•     Jerawat Dipengaruhi Nutrisi
•     Hentikan Pemasukan HPR ke Bali
•     Ibu Hamil Perlu Vaksinasi H1N1
•     14.515 Orang Digigit Anjing
•     Ibu Hamil Perlu Vaksinasi H1N1
•     243 Orang Periksakan Mata
•     Bahaya HIV/AIDS Melalui Lomba ''Ngerap''
•     Bobol Rumah Kosong Empat Remaja Dibawah Umur Diringkus
•     Kasus Rabies tak Pengaruhi Kunjungan Wisman

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak