Negara (Bali Post) -Semakin tahun, debit air yang mengaliri sejumlah sawah di Mendoyo semakin menyusut. Para petani kini mengandalkan sumur bor dengan menyedot sumber-sumber air di bawah tanah. Mereka terpaksa melakukan ini karena terdesak kebutuhan air yang terus berkurang.
Seperti yang tampak di Subak Lanyah Babakan, Mendoyo saat ini. Padi yang ditanam sebagian besar baru berumur sebulan lebih atau sekitar 40 hari. Tetapi prediksi akan adanya hujan ternyata salah, sehingga para petani terpaksa bertahan mengandalkan air yang disedot dari sumur bor. Di subak yang memiliki luas 126 hektar ini sedikitnya ada 20 titik sumur bor untuk menyedot air tanah.
Para petani di subak ini mengaku mulai mengalami kekurangan air sejak tanaman padi berumur 25 hari. Sebelumnya saat musim tanam memang ada air sisa hujan, tetapi kemudian tidak lagi turun hujan. Sebagian besar subak di sini mengandalkan bendung tadah hujan.
Salah seorang petani, Ida Bagus Sutama, mengatakan sawah mulai kekurangan air sejak dua minggu lalu. Padahal sebagian besar petani sudah menanam dan umurnya sudah mencapai satu bulan. Oleh karena itu, mereka memilih untuk mencari air dari tanah dengan menyewa mesin sedot. Untuk memenuhi kebutuhan beberapa petak sawah miliknya, membutuhkan waktu hingga sehari untuk menyedot. Karena kekurangan air ini, para petani mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa mesin hingga membeli bahan bakar berupa solar. Sehari mereka membayar Rp 50 hingga Rp 100 ribu untuk memenuhi kebutuhan air di sawahnya. "Kalau sawah tidak mendapat air, tentu tanaman akan mati. Kita terpaksa menggunakan sumur bor," ujarnya.
Hal senada diungkapkan petani lain yang menggunakan sumur bor, Komang Gede Suastika (50). Petani yang menggarap puluhan are sawah ini mengaku sawah mulai kekeringan saat umur padi 25 hari. Sehingga dia menggunakan sumur bor yang disediakan secara swadaya. Suastika mengaku untuk memenuhi setiap petak tanah dengan air membutuhkan waktu yang lama. Mereka berharap ada hujan karena sudah tidak bisa mengandalkan sumber air lagi. "Padi kami sudah tak dapat air sekitar umur 25 hari, sekarang sudah umur 46 hari. Kami mengandalkan air dari sumur," ucapnya.
Dari pengamatan, Minggu (10/6) kemarin, sejumlah petak sawah di subak itu nampak sudah kering. Beberapa di antaranya memang belum dialiri air dari sumur bor lantaran mereka masih berharap ada hujan turun. (kmb26)
|