Gianyar (Bali Post)-Senin (16/4) hari ini, sebanyak 5.742 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar mengikuti ujian nasional (UN). Ribuan siswa tersebut tersebar di 23 SMK dan 16 SMA. Kendati semua naskah UN telah sampai di Gianyar dan dititipkan di kantor polisi, sejak Sabtu lalu, namun Disdikpora Gianyar tetap dibuat khawatir. Kekhawatiran Disdikpora terutama dalam hal kondisi naskah UN.
Minggu (15/4) kemarin, di tengah persiapan UN SMA/SMK, Kadisdikpora Gianyar I Gusti Ngurah Wijana mengungkapkan sebagaimana pengalaman tahun sebelumnya, selain kerusakan juga dikhawatirkan adanya kekurangan soal. Sebab, soal yang diterima oleh pihaknya masih di dalam kardus yang disegel. Penerimaan yang dilakukan berupa berita acara di luar kardus.
Kekhawatiran pihak Disdikpora Gianyar terhadap rusaknya naskah UN sangatlah wajar. Mengingat, naskah yang dibagikan oleh pusat kondisinya masih terbungkus dan sangat rahasia. Bagaimana kondisi naskah di dalamnya hanya baru diketahui pada hari berlangsungnya UN. “Ini tentu akan membuat kami kelabakan sebagaimana pengalaman sebelumnya,” katanya.
Kendati merasa khawatir terhadap naskah UN, Ngurah Wijana mengharapkan kepada para pengawas di masing-masing ruangan untuk lebih jeli, dan bilamana menemui naskah rusak atau kekurangan naskah, untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak tim pemantau independen.
Sementara itu, naskah UN yang dikirim dan dilakukan bongkar muat di terminal Kebo Iwa, langsung dititipkan di masing-masing Mapolsek. Senin pagi ini mulai pukul 05.00 – 06.00 wita, soal-soal baru didistribusikan ke masing-masing sekolah. Pada UN hari pertama, peserta akan dihadapkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. (kmb16)