Untitled Document
Untitled Document
» Berita Kota
04 Nopember 2008 | BP
Jelang Eksekusi Amrozy Cs.
Bali Jangan Takut Berlebihan
Denpasar (Bali Post) -
Lengangnya beberapa tempat wisata di Bali terutama Kuta dan Legian terkait proses eksekusi mati Amrozy cs., ditanggapi pemilik Paddy's Bar yang menjadi korban bom enam tahun lalu, I Gde Wiratha, Senin (3/11) kemarin. Di satu sisi dia menilai amat manusiawi kalau wisatawan atau siapa saja diliputi rasa takut akan ekses proses hukuman mati ketiga terpidana tersebut.

Namun di sisi lain, Wiratha yang juga Ketua Kadin Bali dan mantan Ketua BPD PHRI Bali itu mengimbau semua pihak -- masyarakat, pemerintah, wisatawan, aparat keamanan dan sebagainya -- menyikapi hal itu secara proporsional.
''Jangan lantas berbalik menjadi ketakutan yang luar biasa. Ini salah,'' tandasnya.

Dia juga membesarkan hati semua pihak, bahwa semua yang terjadi dan yang akan terjadi merupakan suatu proses kehendak Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. ''Kalau Tuhan menghendaki, semuanya bisa terjadi,'' kata dia.
Saat ini berbagai bentuk teror, baik melalui SMS, telepon serta rumor bermunculan. Isunya hanya satu, proses eksekusi itu akan mengancam keamanan Bali. Tujuannya pun hanya satu, mengacaukan kehidupan masyarakat Bali dan melemahkan keyakinan manusia Bali itu sendiri. ''Kalau kita sudah diliputi rasa takut yang berlebihan, tujuan teroris itu sudah tercapai,'' tandasnya.

Kata dia, antisipasi itu penting, namun jangan kemudian melemahkan diri, menghancurkan keyakinan, mengenyampingkan kebesaran Tuhan akibat segala bentuk teror itu. Soal sepinya tempat-tempat wisata itu, Wiratha mengajak semua pihak untuk berpikir jernih. ''Jalanilah hidup secara wajar, jangan takut. Kalau kita hidup dalam ketakutan, teroris akan tersenyum dan tertawa,'' ajaknya.

Seperti diketahui, kejadian Bom Bali Satu tidak hanya menghancurkan Sari Club, tetapi juga meluluhlantakkan Paddy's Bar. ''Bar saya hancur, 80 orang turis meninggal di tempat saya. Saya bersama karyawan harus bangkit. Tidak perlu takut berkepanjangan. Ekonomi Bali tidak boleh tumbuh di balik bayang-bayang ketakutan,'' tegasnya. Pada saat kejadian, 56 pegawai Paddy's Bar luput dari maut. ''Itulah kebesaran Ida Sang Hyang Widhi. Kita tidak takabur, jangan takut,'' ulangnya.

Di sisi lain, akibat terbitnya travel advisory pemerintah Australia yang melarang warganya ke Indonesia selama proses eksekusi, Wiratha mengaku akan mengambil langkah-langkah strategis. Baik atas nama pribadi maupun kelembagaan. Dia juga mengimbau agar semua pihak di Bali bersatu padu melawan segala bentuk terorisme. (055/*)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak