Untitled Document
Untitled Document
» Berita Kota
23 Januari 2009 | BP
AHMI Tolak Eksploitasi Danau Buyan
Denpasar (Bali Post)
Penolakan terhadap pemanfaatan Danau Buyan terus mengalir. Setelah penolakan disampaikan sejumlah wakil rakyat di Bali, kini giliran Aliansi Hindu Muda Indonesia (AHMI) juga menyampaikan aspirasinya. Dalam aksinya di bundaran Patung Catur Muka, Denpasar, Kamis (22/1) kemarin, AHMI membawa beberapa spanduk dan pamplet yang mengecam rencana eksploitasi kawasan suci di Bali. Karena itu, AHMI meminta kepada Gubernur Bali dan Bupati Buleleng untuk menolak rencana investor.

Koordinator lapangan Adit Guswardana menyampaikan kekhawatirannya bila sampai investor masuk ke kawasan Danau Buyan. Kehadiran investor ke Danau Buyan dikhawatirkan akan merusak alam Bali secara keseluruhan. Pasalnya, fungsi Danau Buyan di Bali sangat besar dalam menjaga ketersediaan air bagi ribuan hektar sawah milik petani di bawahnya.

'Danau sebagai salah satu kawasan suci bagi krama Bali tidak boleh diganggu dengan aktivitas bisnis yang merusak alam Bali. Komitmen pemerintah untuk menjaga taksu Bali harus tetap dipertahankan. Berpihak pada investor akan menjerumuskan krama Bali ke dalam lubang kehancuran akibat kerusakan alam Bali,' ujar peserta aksi lainnya.

Peserta aksi juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mengawal Bali menuju Bali Mandara. 'Where Bali Mandara?' Demikian tulisan salah satu pamplet yang diusung peserta aksi kemarin. Bukan hanya itu, sebuah spanduk yang bertuliskan 'Pecat Pejabat yang Anti Hindu' dibentangkan di depan aksi yang mereka gelar.

Dalam aksinya kemarin, AHMI juga menyampaikan lima poin pernyataan sikapnya. Kelima pernyataan sikap tersebut di antaranya menolak tegas rencana investor mengeksploitasi kawasan suci Danau Buyan. AHMI meminta Pemprov Bali menjaga keajegan dan taksu Bali. Aliansi ini juga mendukung sikap DPRD Bali yang menolak rencana dimaksud. AHMI juga mengajak seluruh komponen krama Bali bersatu-padu merapatkan barisan untuk menolak rencana investor mengeksploitasi kawasan suci di Bali, termasuk Danau Buyan.

Setelah menyampaikan pernyataan sikapnya, peserta mengakhiri aksinya. Aksi yang dilakukan di bawah terik matahari tersebut tak ayal mendapat perhatian serius dari para pengguna jalan di jalur padat lalu lintas tersebut. (kmb12)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak