Denpasar (Bali Post) -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendorong Bali lebih mengembangkan informasi teknologi (IT) yang berbasis pada pelayanan publik, pendidikan dan pengembangan usaha yang makin efisien. Hal itu tercetus dalam dialog vedeoconference Presiden dari Istana Negara dengan Dr. Tatang Taufik dari Badan Pengkajian Pengembangan Teknologi dan Bupati Jembrana Prof. Gede Winasa di Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (8/8) kemarin. Presiden Yudhoyono juga berdialog dengan Dirut PT Lens Industri dan PT Inka dari Kemayoran Jakarta serta pengembangan energi terbarukan dari Universitas Sriwijaya Palembang.
Tatang Taufik usai vedeoconference mengatakan pengembangan informasi berbasis IT sampai ke polosok desa tingkat kabupaten dipelopori Jembrana dan Sragen, Jawa Tengah. Bupati Jembrana Winasa kepada Presiden menyatakan jaringan IT Jimbarwana telah menjangkau kecamatan, desa, SD sampai SMA di Jembrana. J.Net Jembrana adalah program mandiri dalam bidang IT yang bisa mengakses seluruh jaringan nasional dan internasional. 'Semua akses internet itu cuma-cuma untuk masyarakat,' katanya.
Rektor Unud Prof. Dr. dr. Made Bakta usai vedeoconference menyatakan fokus penelitian di Bali disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Di antaranya pengkajian budaya Bali dengan pengembangan sastra daerah, penelitian pariwisata di Fakultas Pariwisata. Selain itu arsitektur tradisional, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan usaha kecil dan menengah, kedokteran tradisional dengan fokus pengembangan usada Bali.
Presiden Yudhoyono pada peringatan ke-13 Kebangkitan Teknologi Nasional di Istana Negara menyebut fokus penelitian secara nasional diarahkan pada ketahanan pangan seperti penemuan varietas unggul. Penelitian sumber energi baru dan terbarukan seperti energi biokelapa sawit, teknologi manajemen transportasi, industri pertahanan modern. Di bidang kesehatan, fokus pada penemuan vaksin untuk penyakit menular seperti flu burung dan HIV/AIDS, informasi dan teknologi dan deteksi dini gempa dan tsunami.
Menristek Kusmayanto Kadiman menyebut tahun ini ada 100 dari 623 karya inovasi teknologi. Seperti prototipe pesawat tanpa awak serta kapal bersayap.
Presiden Yudhoyono memandang perlunya dirumuskan pemberian insentif yang layak bagi peneliti, mengingat nasib peneliti sering dipertanyakan. (029/*)
|