Denpasar (Bali Post)
Sudah menjadi tradisi tiap tahun. Akhir tahun 2008 ini -- (31/12) mendatang -- hajatan seni bertajuk 'Melepas Matahari 2008' (MM 2008) digelar melibatkan sekitar 1.500 seniman. Seperti biasa, acara dilangsungkan dari pagi hingga tengah malam.
MM 2008 ini tercatat kali kedelapan digelar. Koordinator acara Kadek Suardana dan Nyoman Suarsa yang akrab dipanggil Yang Pung, Rabu (10/12) kemarin mengatakan, berbagai acara ditampilkan dalam event itu, mulai dari pameran dagang makanan Bali, pawai hingga sendratari. 'Para penonton kami ajak duduk lesehan menyaksikan pawai,' katanya.
Dalam MM 2008 yang dipusatkan di sekitar Lapangan Puputan Badung, pihak panitia lebih menonjolkan pementasan kesenian tradisi dan pengembangannya. Kenapa? Sebab, kesenian pop sudah banyak ruang untuk mengapresiasinya. Sedangkan event untuk menampilkan kesenian tradisi masih cukup terbatas. 'Melalui kegiatan ini kami harapkan masyarakat mendapat kesempatan yang lebih luas untuk mengapresiasi kesenian tradisi dan pengembangannya,' katanya.
Acara diawali pameran makanan Bali dan parade pelatihan tari Bali pukul 08.00, dilanjutkan dengan lomba olahraga matajog dan nyuwun ember berisi air. Barong ngelawang juga memeriahkan acara yang dibawakan oleh Sekaa Barong Widia Bhakti Pegok pada pukul 11.00-12.00. Selanjutnya pukul 17.30 hingga selesai dilepas prosesi pawai, di antaranya gending petegak, musik Jambe, tari palegongan, seni pencak silat, arja calonarang, Reog Ponorogo, penopengan, tari kreasi dan baris tombak -- dengan rute Jalan Udayana, Jalan Surapati dan finis di Jalan Kaliasem. Malam harinya ada joged bumbung dan janger serta musikalisasi puisi dan teater.
Acara ditutup dengan sendratari berjudul 'Rajapala' yang digelar mulai 22.30-24.00. Sendratari itu lebih menonjolkan koreografi ketimbang penunjang seperti kembang api karena berisiko tinggi. Sendratari itu didukung oleh Sekaa Gong Wirajana Br. Tanguntiti dan Sanggar Langlang Buwana.
Dalam acara tutup tahun ini juga ada event yang sama yakni Festival Gajah Mada untuk menghidupkan aktivitas Jalan Gajah Mada Denpasar. Kadis Perhubungan Denpasar I Gde Astika mengatakan, festival ini berlangsung 27-30 Desember 2008. Selama event ini, jalan sepanjang Caturmuka - Arjuna -Sumatera (zona I) dan Arjuna - Sumatera - Kartini - Sulawesi (zona II) akan ditutup, dan arus lalin dialihkan ke Jalan Gunung Kawi. (08)
|