Damaskus -
Pemberontak makin gencar melancarkan gempuran ''Gunung Api Damaskus'' setelah tiga kepala keamanan senior tewas dalam pengeboman. Washington mengindikasikan Presiden Bashar al-Assad telah kehilangan kontrol dari Suriah.
Serangan pada Rabu (18/7) menewaskan Menteri Pertahanan Daoud Rajha, Assef Shawkat yang juga ipar Assad dan Jenderal Hassan Turkmani, kepala bidang penanganan krisis, merupakan insiden paling mematikan dalam konflik yang telah berjalan selama 16 bulan. Lebih dari 200 orang, kebanyakan warga sipil, tewas termasuk 38 di ibu kota saat pemberontak memberikan tekanan hebat dalam gempuran mereka, jelas pengamat HAM Suriah, Kamis (19/7) kemarin.
Insiden terjadi sebelum puncak konflik antara Barat melawan Rusia dan Cina mengenai draf resolusi PBB yang akan menjatuhkan sanksi-sanksi kepada Suriah. Sekjen PBB Ban Ki-moon dan utusan internasional Kofi Annan meminta DK PBB untuk mengambil tindakan tegas, namun Rusia dan Cina diperkirakan akan melakukan veto dari resolusi.
Ban mengatakan ada "keadaan darurat" untuk segera mengambil tindakan mencegah berlanjutnya kekerasan, yang dikatakan oleh aktivis telah merenggut 17.000 jiwa. Annan yang merupakan utusan PBB-Liga Arab mengatakan DK harus mengambil tindakan "tegas" setelah ia membujuk negara-negara kuat untuk menunda voting yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung Rabu.
Menghilang
Presiden Suriah al-Assad ''menghilang'' dan tidak memberi pernyataan pascaserangan bom bunuh diri yang menewaskan saudara iparnya, menteri pertahanan dan seorang jenderal senior. Namun, sumber-sumber di kalangan oposisi dan seorang diplomat Barat mengatakan, Assad berada di Latakia, sebuah kota pantai di Suriah. Tidak jelas apakah Assad pergi ke kawasan wisata itu setelah atau sebelum serangan terjadi.
Sementara itu, gerilyawan kian mendekati pusat kota Damaskus dan berikrar akan "membebaskan" ibu kota Suriah tersebut. Sampai kemarin, warga tak melaporkan lonjakan pertempuran dalam pertempuran paling sengit yang melanda ibu kota Suriah, Damaskus, dalam 16 bulan terakhir.
Pertempuran terjadi tidak jauh dari istana presiden, dekat markas besar keamanan yang menjadi sasaran pengebom bunuh diri menyerang pertemuan para kepala keamanan dan pertahanan untuk membahas krisis. Bentrokan sengit dilaporkan terjadi di wilayah Mezze dan Kafa Souseh di Damaskus, sementara satu kantor polisi di Kabupaten Hajar al-Aswad dibakar.
Satu sumber keamanan mengatakan, pelaku bom bunuh diri melancarkan serangan di dalam markas keamanan adalah seorang pengawal yang dipercaya melindungi anggota terdekat lingkaran Assad. Stasiun televisi melaporkan, itu adalah pengeboman bunuh diri. Kelompok anti-Assad mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. (ton/afp)
|