Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Sport
12 Juni 2011 | BP
Pra-PON 20 Juni Bali Merasa Dikerjain
Denpasar (Bali Post) -

Peluang tim sepak bola Pra-PON untuk lolos ke PON tampaknya sangat berat. Betapa tidak, untuk rayon Nusra dihuni Bali, dan NTB, sedangkan NTT hingga pertemuan teknik, di Jakarta, Sabtu (11/6) kemarin, belum melakukan pendaftaran. Anehnya, wilayah Nusra yang melibatkan dua tim Bali dan NTB, hanya bertanding sekali di Stadion 17 September, Mataram, Lombok, NTB, pada Senin (20/6) mendatang.

Asisten Manajer Ketut Muska Adi, yang dikontak kemarin, sempat mencak-mencak, karena hanya melibatkan dua kontestan Bali dan NTB, dengan sistem setengah kompetisi alias sekali pertandingan. ''Mengapa Bali hanya sekali bertanding ke NTB. Semestinya, sistem kandang dan tandang (home and away),'' keluh Muska Adi.

Lucunya lagi, dari segi sarana penunjang seperti stadion, bandara, jalan akses menuju hotel, hingga kualitas hotel kubu NTB mendapat 75 poin. ''Masak dari segi sarana dan prasarana Bali hanya diberi angka 35,'' tutur Muska Adi.

Padahal, Bali yang memiliki bandara internasional Ngurah Rai, bertaburan hotel berbintang di Kuta hingga Nusa Dua, akses jalan dari bandara menuju stadion lancar, termasuk kualitas Stadion Samudra Kuta dan Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran yang menggunakan lampu penerang. ''Bali dinyatakan kalah poin untuk menjadi tuan rumah dibandingkan NTB,'' ucap Muska Adi terheran-heran.

Dia mengakui, sebenarnya NTB bersedia mengundurkan jadwal Pra-PON pada Minggu (26/6) mendatang, namun dirinya berpikir sekaligus kepalang basah agar cepat digulirkan. Muska Adi mengkhawatirkan saat dirinya dipercaya menangani tim Pra-PON, justru Bali tak lolos hanya gara-gara faktor nonteknis. ''Yang saya khawatirkan, untuk pertama kalinya tim sepak bola Bali tak lolos ke PON, lantaran dikalahkan NTB,'' ujarnya mewanti-wanti. Untuk itu, dirinya menyarankan supaya PSSI Pusat mau mendengarkan aspirasi pengprov-pengprov di daerah dan melakukan perubahan.

Di sisi lain, Manajer Tim Dewa Putu Manik juga merasakan adanya ketidakberesan dalam penentuan tuan rumah, yang semestinya diikuti dua daerah, namun hanya sekali bertanding di luar kandang. Dewa Putu Manik mencoba menghibur diri. ''Kami tetap berharap mudah-mudahan bola bundar dan segala kemungkinan bisa terjadi di lapangan selama 2 x 45 menit, pertandingan tetap berjalan fair-play, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa menaungi tim Bali,'' jelas dia. (022)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak