Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Nasional/Politik
07 Juni 2013 | BP
Senin Depan Sidang di MK PDI-P Siapkan Tiga Materi Gugatan
Denpasar (Bali Post) -
Gugatan pasangan A.A. Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) yang diusung PDI-P soal hasil Pemilukada Bali sudah terigistrasi di Mahkamah Konstitusi (MK). Rencananya, 10 Juni 2013 akan dilaksanakan sidang perdana yang mengagendakan pemeriksaan perkara. MK juga sudah melayangkan surat pemanggilan sidang kepada pasangan PAS dan KPU Bali dengan nomor surat 698.62/PAN/MK/6/2013.
Ketua Tim Advokasi pasangan PAS, Arteria Dahlan, Kamis (6/6) kemarin mengatakan siap mengikuti sidang dan telah menyiapkan alat bukti yang diperlukan dan juga saksi. ''Kami nanti akan menyiapkan 42 saksi dalam sidang gugatan pemilukada di MK,'' katanya.
Saksi sejumlah itu akan memberikan kesaksian di 21 TPS. Masing-masing TPS ada dua orang saksi. Arteria menjelaskan, saksi yang disiapkan adalah saksi yang mampu memikul beban terhadap apa yang mereka dengar. Pihaknya sama sekali tidak ada pemikiran merekayasa suatu saksi.
Arteria memastikan, gugatan terkait sengketa Pilgub Bali tersebut bukan dalam pengertian ingin mendorong kader PDI-P AAN Puspayoga menjadi Gubernur Bali. Pihaknya hanya ingin memastikan proses demokrasi dalam Pilgub Bali berjalan sebagaimana mestinya.
Soal materi gugatan, ada tiga hal. Pertama yakni menyangkut sengketa hasil hitung. Menurutnya, ditemukan hasil perhitungan KPU Bali berbeda dengan hasil hitung yang dilakukan tim pemenangan PDI-P yang berdasarkan dokumen C1. ''Berdasarkan dokumen C1 suara kita ungul dibandingkan pasangan nomor urut 2,'' ujarnya.
Materi gugatan kedua, ditemukan pemilih yang memilih lebih dari satu kali, pemilih yang memilih bisa diwakilkan. Pelanggaran itu dilakukan secara terstruktur, sistematis dan massif. Pelanggaran itu secara tegas-tegas ditemukan di 22 TPS di antaranya 20 TPS di Karangasem dan 1 TPS di Buleleng dan 1 TPS di Badung. Masyarakat pemilihnya secara terbuka memilih lebih dari satu kali, ada yang membawa 10 undangan ke TPS dan melakukan 10 coblosan. Ke-22 TPS ini diminta atau dimohon untuk dilakukan pemilihan ulang karena terjadi berbagai kecurangan secara masif. ''Pelanggaran itu dilaporkan ke KPPS dan Panwaslu, tetapi tetap disebutkan tidak ada pelanggaran seperti itu,'' imbuhnya.
Materi gugatan ketiga, imbuh Arteria, adanya pelanggaran terstuktur, sistematis dan massif tersebar di 9 kabupaten/kota. Pelanggaran yang signifikan terjadi di Buleleng, Klungkung dan Karangasem. ''Kami memiliki data yang valid, autentik, dan juga sudah menyiapkan bukti-bukti dan saksi-saksi,'' ujarnya.
Anggota KPU Bali Dewa Kadek Raka Wiarsa Sandi membenarkan KPU Bali sudah menerima surat panggilan dari MK terkait dengan sidang perdana pada gugatan hasil Pilgub Bali di MK. ''Benar kami sudah terima suratnya dari MK, sidang akan diawali dari pemeriksaan perkara,'' ujarnya. KPU Bali akan menghadirkan tiga Komisioner KPU dalam persidangan perdana di MK yakni Ketua KPU Bali Ketua Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa didampingi anggota Dewa Kadek Raka Wiarsa Sandi dan Ketut Udi Prayudi. (kmb29)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak