Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Nasional/Politik
18 Mei 2013 | BP
Pasca-Pigub Kondusivitas Bali Mesti Dijaga
PASCA-PILGUB situasi Bali saat ini sangat rawan. Selain keunggulan kandidat tidak lebih dari satu persen, juga saling klaim kemenangan memengaruhi kondusivitas Bali. Demikian dijelaskan pengamat politik UGM Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, Jumat (17/5) malam kemarin.
Untuk mencegah hal-hal yang mengganggu keamanan Bali maka semua pihak, baik kandidat, elite politik maupun pendukung harus sabar menunggu penghitungan yang dilakukan KPU. Apabila nantinya ada yang mengecewakan atas keputusan tersebut, maka langkah yang terbaik adalah mengajukan gugatan ke MK.
Kedua, KPU harus profesional, akurat dan transparan dalam menghitung suara untuk menjamin hasil sesuai dengan keinginan rakyat yang direpresentasikan saat pencoblosan. Ketiga, Panwaslu dan aparat penegak hukum lainnya harus mampu memilah dan memilih kasus-kasus yang ada dengan mengedepankan penegakan hukum. Demikian pula mereka harus transparan serta berlaku adil terhadap laporan-laporan yang masuk. Keempat, aparat keamanan agar tidak over-reaktif. Mereka harus mengedepankan profesionlitas dan proporsional serta antisipatif terhadap ancaman provokatif.

Fenomena Menarik
Terhadap perubahan pilihan pada pemilih perkotaan, kata Dwipayana, merupakan fenomena yang menarik. PAS yang dikesankan diam, ternyata mendapat dukungan penuh dari pemilih di kawasan wisata seperti Kuta, Sanur dan Ubud. Ini menandakan mereka yang berada pada golongan menengah perkotaan, melihat bahwa kebijakan pariwisata selama ini belum maksimal. Mereka mengkritisi kebijakan-kebijakan publik yang dilakukan pemimpinnya. Selain itu, mereka yang ada pada golongan menengah perkotaan juga menilai memilih calon alternatif merupakan solusi untuk mengubah kondisi yang ada saat ini.
Di tempat terpisah, Tim Advokasi DPP PDI-P Arief Wibowo menegaskan jika perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU harus dipastikan dalam situasi yang tenang dan transparan. ''Harus terbuka, tidak dalam situasi represif, takut. Rekapitulasi harus terbuka tanpa tekanan apa pun,'' kata Arief, Jumat kemarin.
Ia meminta agar tidak perlu ada pengerahan aparat keamanan secara berlebihan di tengah situasi Bali yang kondusif. ''Tidak perlu ada pengerahan aparat keamanan berlebihan. Pantauan kami di Tabanan, Buleleng dan Jembrana terjadi mobilisasi aparat keamanan berlebihan,'' kata Arief.
Wakil Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristianto menegaskan agar semua pihak bersabar menunggu pengumuman resmi KPUD Bali terkait perolehan suara masing-masing kandidat. ''Jangan ada provokasi di mana di balik itu sesungguhnya ada niatan tersembunyi mengubah rekapitulasi suara. Mari kita tunggu KPU yang memiliki aspek legalitas,'' ujar Hasto.
Sementara itu, Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM) meminta segenap komponen masyarakat Bali tetap menjaga dan mengutamakan kondusivitas Bali. Mereka juga diharapkan tetap tenang dan bersabar menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPUD Bali. Selama hasil resmi dari KPUD Bali itu belum diumumkan, kedua belah pihak diharapkan tidak ada lagi yang melontarkan pernyataan saling klaim kemenangan, karena hal itu sangat berpotensi meresahkan masyarakat Bali.
Bakta juga berharap kedua pendukung pasangan calon menahan diri untuk tidak melontarkan statemen-statemen yang bisa memicu keresahan di masyarakat. Sebagai masyarakat Bali yang tentunya sangat mendambakan kedamaian Bali itu tetap terjaga dengan baik, kedua pihak harus mempercayakan sepenuhnya hasil perhitungan suara itu kepada KPUD Bali. (kmb29/kmb13)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak