Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Nasional/Politik
10 Mei 2013 | BP
Debat Jumat Ini, PAS Tak Hadir Memilih Berbaur dengan Rakyat
Denpasar (Bali Post) -
Agenda debat publik ketiga atau terakhir antara pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah Pilgub Bali 2013, Jumat (10/5) ini yang ditayangkan di Metro TV akan berlangsung ''pincang''. Pasalnya, pasangan nomor urut 1 yakni A.A. Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) dipastikan tidak akan menghadiri debat itu, karena memilih berbaur dan menemui masyarakat sebagaimana memang menjadi ciri khas Puspayoga selama ini yang lebih berorientasi ke bawah.
Perihal ketidakhadiran PAS dalam debat nanti disampaikan Wakil Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristianto didampingi Ketua Fraksi PDI-P DPRD Bali Ketut Tama Tenaya dan Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD PDI-P Bali Nyoman Parta, Rabu, (7/5). Hasto mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat resmi kepada KPU Bali yang isinya minta agar debat ketiga bagi kandidat tidak usah dilaksanakan. Alasannya, papar Hasto, pertama, debat sebelumnya telah dilakukan dua kali dan sudah ditayangkan di TV nasional dan 3 TV lokal, sehingga secara substansial debat itu sudah cukup dan sudah berjalan sangat baik serta menjadi bagian pendidikan politik kepada masyarakat.
Kedua, lanjut Hasto, PDI-P memandang menjelang berakhirnya masa kampanye dan mendekati masa tenang pilgub, waktu yang tersisa sebelum hari pemungutan suara 15 Mei mendatang sebaiknya diisi dengan kegiatan yang mampu membangun harmoni, kedamaian dan menjaga kondusivitas pilgub.
Ketiga, berkaca dari pelaksanaan debat kedua di Hotel Grand Bali Beach Sanur yang ditayangkan tiga stasiun TV lokal, debat itu diwarnai dengan hal-hal yang bersifat emosional. Misalnya, dalam beberapa kesempatan, ketika Puspayoga sedang memaparkan pandangan terhadap pertanyaan panelis dan pertanyaan undian, calon lain langsung menyela. Karenanya pihak PAS, tegas Hasto, tidak ingin debat kandidat itu menjadi ajang menyalurkan emosi. ''Dengan berbagai pertimbangan itu, PAS ingin lebih fokus bertemu dengan rakyat, dan mengadakan acara berdimensi kebudayaan serta bersama-sama berdoa agar pilgub berjalan damai,'' tegasnya.
Apakah ketidakhadiran PAS bukti ketakutan pada pihak lawan? Ditanya demikian, Hasto menegaskan, PAS tidak pernah takut untuk berdebat. Malah hasil evaluasi terhadap debat pertama dan kedua menunjukkan PAS sudah mampu menyampaikan visi-misi dengan baik, menjawab pertanyaan panelis dengan tepat. PAS juga mampu menjaga kesantunan dan menahan emosi. Itu terbukti dengan PAS tak henti-hentinya menebar senyum dan nada bicaranya pun lembut, pelan serta tertata. Bahkan, dalam debat kedua, tampak kekompakan dan saling menghargai antara pasangan yang dikenal konsisten mewujudkan ajeg Bali itu, misalnya saat Puspayoga memijat pundak Sukrawan sebagai simbol menghargai dan memotivasi pasangannya. ''Kekompakan dan ketenangan itu yang ditonjolkan PAS, bukan emosional. Sejumlah kalangan akademisi pun mengapresiasi kemampuan PAS dalam debat sangat baik. Namun kami berkeyakinan, kualitas pemimpin diukur bukan dari keterampilan berdebat, tetapi bagaimana komitmen menyejahterakan masyarakat dan orientasinya ke bawah. Itulah yang konsisten ditunjukkan PAS,'' ujarnya.
Kalau tim Pasti-Kerta ingin debat dilanjutkan dan KPU Bali memutuskan debat tetap dilaksanakan, apa PAS tetap tidak hadir? ''Kami mengusulkan hal yang substansial untuk menjaga keharmonian dan kedamaian Bali, kenapa hari-hari terakhir menjelang pilgub tidak kita gunakan menjaga itu. Kalau KPU tetap memaksakan debat dilaksanakan, bagi kami tidak jadi persoalan, ya... silakan dilanjutkan. Tetapi kami (PAS) lebih memilih bertemu dengan rakyat, karena kami melihat dari hasil evaluasi, debat sudah berlangsung baik dan cukup,'' pungkasnya.
Menyikapi surat PDI-P itu, KPU Bali pada Kamis (9/5) kemarin langsung menggelar rapat bersama Panwaslu Bali, pihak kepolisian, kedua tim pasangan kandidat dan pihak Metro TV. Usai rapat, Ketua KPU Bali Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa mengatakan KPU Bali sudah menerima surat PDI-P bernomor 23/In/DPD-02/PKPS/V/2013 yang isinya menolak untuk dilaksanakannya debat kandidat. Sebagai alasannya disebutkan oleh Lanang adalah karena pada saat yang bersamaan diadakan persembahyangan bersama dengan konstituen, untuk mensyukuri perjalanan kampanye paket PAS berjalan dengan lancar di mana perjalanannya selama ini sudah berjalan dengan damai.
Namun berdasarkan keputusan rapat, kata Lanang, debat putaran ketiga tetap dilaksanakan seperti jadwal yang telah ditentukan. ''Kami tetap melaksanakan debat tersebut sesuai jadwal yang telah dipersiapkan,'' ujarnya.
Ia berharap kedua kandidat bisa datang. Kalaupun PAS tidak datang, kata Lanang, debat tetap dilaksanakan dengan penyampaian visi-misi paket Pasti-Kerta dan tanya jawab kandidat dengan panelis dan host.
Hal senada disampaikan Ketua Pokja Kampanye Pilgub Bali, Dewa Kadek Warsa Raka Sandi. Ia mengatakan, karena sudah dijadwalkan, pihaknya tetap akan melaksanakan kegiatan debat cagub tersebut. Pihaknya mengaku masih mempersiapkan teknis acara debat untuk mengantisipasi kemungkinan jika PAS benar-benar tidak datang. ''Kami juga sedang mempersiapkan jawaban atas surat permohonan PAS. Tetapi intinya kami tetap menyelenggarakan debat dan berharap PAS hadir. Kalau tidak hadir, formatnya sudah dibahas seperti apa dan rundown acara akan disesuaikan,'' pungkasnya.
Raka Sandi menambahkan, saat rapat kemarin tidak ada komentar keberatan dari tim kampanye Pasti-Kerta soal ketidakhadiran PAS. (kmb29)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak