Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Nasional/Politik
02 April 2013 | BP
Massa Kibarkan Bendera Aceh di Gedung DPRA
Banda Aceh (Bali Post) -
Massa dari berbagai daerah membentangkan ''bendera'' Aceh berukuran sekitar 10 x 4 meter di gedung utama DPRA di Kota Banda Aceh, Senin (1/4) kemarin. Laporan wartawan menyebutkan, beberapa pemuda membentangkan ''bendera'' Aceh bergambar bintang bulan dengan kombinasi garis vertikal hitam dan putih (atas dan bawah) dengan warna dasar merah tua di gedung dewan itu.
Ratusan orang yang datang dari sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu ikut menyaksikan saat ''bendera'' Aceh dibentangkan di gedung dewan. Mereka pun bertepuk tangan.
Sementara itu, Ketua DPRA Tgk. Hasbi Abdullah menerima ''bendera'' Aceh ukuran raksasa dari massa yang menggelar konvoi di kota berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa tersebut. Saat ''bendera'' diserahkan kepada Ketua DPRA Tgk. Hasbi Abdullah, sejumlah peserta konvoi ikut menyanyikan lagu berjudul ''Bendera Pusaka Nanggroe''.
Sebelum menggelar aksi di DPRA, ribuan warga melakukan konvoi kendaraan roda dua, empat dan truk serta bus sekolah berkeliling sejumlah ruas jalan di kota tersebut.
Awalnya, ribuan warga dari luar Kota Banda Aceh itu berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman. Pengibaran ''bendera'' itu dilakukan setelah DPRA mengesahkan Perda (qanun) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.
Qanun yang ditetapkan DPRA pada 25 Maret 2013 itu mengundang pro dan kontra terkait desain bendera baru Provinsi Aceh yang mirip dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Sementara itu, koordinator aksi konvoi Marzuki mengatakan konvoi bendera Aceh yang diikuti ribuan warga dari sejumlah kabupaten dan kota di Aceh itu bertujuan agar pemerintah RI segera mengesahkan qanun yang telah disetujui DPRA. ''Bendera Aceh itu harus direstui demi menjaga perdamaian Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),'' katanya menjelaskan.

Mendagri
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi akan melakukan kunjungan kerja ke Aceh, Selasa (2/4) ini, terkait kasus pengibaran bendera yang kontroversial di Aceh, menyusul disahkannya Peraturan Daerah (Qanun) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. ''Saya mendapat penjelasan Mendagri sedang mengelolanya, teruskan. Saya dengar besok akan berangkat ke Aceh, itu langkah yang baik,'' kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengantar rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin kemarin.
Presiden secara tegas meminta penanganan cepat kasus itu agar tidak kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tanpa penanganan yang cepat, Presiden mengkhawatirkan jika hal itu dapat mengganggu situasi kondusif yang telah tercipta di Aceh beberapa waktu terakhir. ''Bisa mundur kembali apa yang telah kita lakukan untuk kebaikan kita, kebaikan Aceh.'' (ant)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak