Jakarta (Bali Post)-
Memasuki bulan kedua tahun ini, produksi minyak mentah nasional sebesar 946.048 ribu barel per hari (bph). Kendati demikian, jumlah tersebut belum mencapai target minyak yang diproduksi dan diangkut (lifting) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010 sebesar 965.000 bph.
Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu (BP) Migas, R. Priyono di Jakarta, Sabtu (6/2) lalu menyatakan, dengan pencapaian produksi minyak sebesar itu, maka masih 1,96 persen dibawah target APBN 2010. Menurut Priyono, belum tercapainya target produksi itu disebabkan kendala teknis di sejumlah proyek migas yang digarap kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). ''Misalnya Kangean berhenti produksi, sementara untuk proses lifting sebesar 2.500 bphl. Bagaimanapun, hal ini di luar kendali operator,'' ujarnya.
Selain Kangean, sambung Priyono, penurunan produksi juga dialami oleh China National Offshore Oil Corporation (CNOOC). Penurunan sebesar 8.000 bph terjadi karena adanya proses perawatan (maintenance) di area sentral mundur dari perkiraan. Adapun produksi normal CNOOC sekitar 43.000 bph.
Produksi Blok Cepu yang dikelola Mobil Cepu Limited (MCL), anak usaha ExxonMobil Indonesia, juga mengalami penurunan menjadi 6.800 bph, karena pembelinya yaitu PT Tri Wahana Universal dan Pertamina meminta penurunan pengiriman. ''ConocoPhilips onshore turun 2.000 bph karena adanya pekerjaan pigging di Suban, Sumatera Selatan,'' imbuhnya.
Dengan kondisi tersebut, kata Priyono, produksi minyak dan kondensat harian pada Kamis (4/1) lalu tercatat sebesar 950.266 bph. Sementara rata-rata produksi rata-rata pada awal Februari ini mencapai 952.096 bph. ''Padahal bila tidak ada kendala teknis produksi bisa mencapai 977.000 bph,'' tuturnya.
Sementara rata-rata produksi gas 2010 untuk periode yang sama mencapai sekitar 8.666 juta standar kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/mmscfd). ''Untuk produksi gas pada 4 Februari sekitar 8.603 mmscfd dan untuk rata-rata produksi bulan Februari sebesar 8.589 mmscfd,'' pungkasnya.(kmb1)
|