Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Agenda Bali
02 Juli 2011 | BP
Joged Bumbung di PKB Keluar dari Stigma Porno
TAK dapat dipungkiri, kesenian joged bumbung memang tak pernah sepi penonton. Tatkala tarian pergaulan tersebut digelar di arena PKB, pengunjung selalu membeludak. Tak hanya dijejali warga lokal, wisman juga mengapresiasi. Bahkan di antara mereka juga ikut menjadi pengibing sekenanya.

Guru Besar ISI Denpasar Prof. Dr. Wayan Dibia menilai, dalam tiga kali pementasan joged bumbung dalam ajang PKB XXXIII, menunjukkan bahwa kesenian itu sudah keluar dari stigma porno. Pertunjukan joged bumbung sudah sesuai dengan apa yang diinginkan bersama. ''Pertunjukannya sopan, sudah keluar dari stigma porno,'' ujar Prof. Dibia, Jumat (1/7) kemarin.

Kata Dibia, pementasan joged bumbung sesuai dengan pakemnya yang benar menunjukkan bahwa telah muncul kesadaran dari masyarakat--apa pun bentuk kesenian, memang harus dimuliakan. PKB-lah media untuk memuliakan pakem kesenian, termasuk joged bumbung. Dalam konteks itu, pembinaan-pembinaan terhadap sekaa kesenian harus tetap ada.

Apa yang disampaikan Prof. Dibia tersebut merupakan angin segar bagi tumbuh kembangnya kesenian joged bumbung di Bali. Pasalnya, joged bumbung pernah dicap miring, sebagai kesenian yang menyerempet unsur porno.

Melalui ajang PKB, kita berharap joged bumbung betul-betul keluar dari stigma miring tersebut. Karena itu pembinaan yang intens dari instansi terkait perlu terus dilakukan. Dengan demikian terjadi penguatan esensi joged bumbung, tarian yang sesuai dengan pakemnya.

Terkait dengan upaya menghilangkan stigma miring joged bumbung, kiranya kita perlu mengapresiasi langkah yang pernah diambil oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali dalam mengawal pakem tarian joged bumbung yang benar. Tahun 2010 lalu, Disbud Bali sempat menggelar lomba tari Joged Bumbung di Taman Budaya Bali.

Lomba tersebut bertujuan untuk meluruskan agar joged bumbung di Bali tidak mengarah pada gerakan-gerakan tarian yang bernuansa porno. Pasalnya, di Bali pernah muncul joged bumbung yang mengeksploitasi gerakan erotik dengan sebutan goyang ngebor, goyang maut dan sebagainya. Bahkan, tarian joged model itu sudah sempat beredar di Youtube.

Seperti kita ketahui, secara koreografis, joged bumbung mencakup sajian tari tunggal yang dilanjutkan dengan tari berpasangan. Ngoncet dan ngegol adalah gerakan pinggul yang menjadi salah satu ciri khas dari tarian ini. Salah satu bagian penting dari joged bumbung adalah ibing-ibingan. Pada bagian ini, penari joged menari bersama dengan pengibing.

Tari joged bumbung memiliki gerak tari yang sangat unik, diambil dari tari palegongan dan kekebyaran. Dalam pertunjukannya, gerak-gerak ini dilakukan secara improvisasi dengan penuh spontanitas. (lun)


[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak