Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Pendidikan&Dongeng
08 Desember 2012 | BP
Sukendra Raih Doktor dengan Predikat
Teliti Linguistik Bahasa Sabu
FKIP Universitas Dwijendra kini menambah satu dosennya bergelar doktor. Dr. I Nyoman Sukendra, M.Hum., mencatatkan diri sebagai doktor ke-72 di Prodi Linguistik Pascasarjana Unud dan doktor kedua lingusitik di FKIP Undwi. Dia dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude pada ujian terbuka disertasi di Program Doktor, Program Studi Linguistik Program Pascasarjana Universitas Udayana, Jumat (7/12) kemarin.

Judul disertasinya sangat menarik yakni ''Klausa Bahasa Sabu, Kajian Tipologi Sintaksis''. Dia mampu menyelesaikan program doktornya dalam waktu 3,5 tahun. Hal ini tak lepas dari kesibukanya sebagai kepala SMP Dwijendra dan dosen tetap FKIP Undwi. Ujian terbuka kemarin juga dihadiri sivitas akademika FKIP Undwi dipimpin Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Drs. Ida Bagus Gede Wiyana dan Rektor Undwi Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.Hum.

Ida Bagus Gede Wiyana memberi ucapan selamat khusus kepada keberanian Sukendra yang guru Bahasa Inggris, dengan mengambil disertasi soal bahasa daerah Sabu. Makin banyak doktor di Undwi, kata dia, makin baik, makin banyak peluang melahirkan guru besar.

Sukendra mengatakan prestasi ini dia persembahkan untuk semua rakyat Bali. Mulai dari kedua orangtuanya I Made Lembut (Alm.) dan ibu Ni Made Guci, istri tercinta Ni Luh Made Suadi dan kelima anak tersayangnya Ni Luh Putu Puspa Sari Dewi, Ni Made Santri Maha Dewi, I Nyoman Wira Dewantara, Ni Ketut Sulia Vitri Niranjani dan Ni Putu Fily Nandani.

Prestasi ini dia juga persembahkan untuk Unud dan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar dan FKIP Undwi. Nyoman Sukendra menyelesaikan S-1 di Prodi Linguistik Unud dan S-2 juga di lembaga yang sama. Makanya dia dikenal memiliki ilmu paling linier.

Sukses Nyoman Sukendra juga berkat bimbingan promotornya Prof.Drs. Ketut Artawa, M.A., Ph.D. dengan kopromotor Prof. Dr. Aron Meko Mbete dan Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum.

Ia juga berterima kasih kepada tim penguji yang diketuai Prof. Dr. I Wayan Pastika, M.S., Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Putra Yadnya, M.A., Prof. Dr. I Ketut Dharma Laksana, M. Hum., Dr. Ni Made Dhanawaty, M.S., Dr. A.A. Putu Putra, M.Hum. bersama promotor dan kopromotor.

Bahasa Sabu (BS) mungkin asing di telinga warga Bali, karena penggunanya ada di Kabupaten Sabu Raijua, NTT. Bahasa ini dipakai sebagai alat komunikasi intraetnis dalam kehidupan sehari-hari. (ad3)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak