Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Ajeg Bali
19 Nopember 2012 | BP
Benoa Tirta Harum Dukung Interaktif Suara Kampus
Memaknai Semangat Puputan Margarana sebagai Generasi Penerus
PUPUTAN Margarana sebagai suatu peristiwa bersejarah mengandung nilai-nilai kepahlawanan, nilai-nilai luhur yang menjadi teladan, panutan bagi generasi penerus bangsa, demi persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang kuat, kokoh berdasarkan Pancasila. Dari perspektif pendidikan sejarah, bahwa Puputan mengandung makna bukan kematian yang konyol, melainkan sarat dengan nilai-nilai luhur yang diyakini validitasnya secara kolektif, sehingga elite politik maupun rakyat tidak gentar melakukan puputan.

Demikian pemaparan yang terungkap dalam Dialog Interaktif Suara Kampus dengan tema ''Memaknai Semangat Puputan Margarana sebagai Generasi Penerus''. Sebagai pembicara Drs. Dewa Nyoman Wija Astawa, M.Pd., (dosen FP.IPS IKIP Saraswati Tabanan) Luh Putu Sridanti, S.H., M.H., (dosen Stisip Margarana Tabanan) dan Ir. I Dewa Gede Surata, M.Agb., Pembantu Rektor IV Universitas Tabanan.

Para pembicara sepakat bahwa dalam konteks kekinian, di era globalisasi ini kita tidak lagi melawan penjajah, seperti zaman Belanda atau Jepang melainkan, memerangi musuh dalam diri kita sendiri tentu saja dengan bersikap dan bertindak jujur. ''Semangat Puputan Margarana ini patut menjadi inspirasi untuk membangkitkan nasionalisme dan patriotisme demi masa depan yang lebih baik,'' ujar Wija Astawa.

Luh Putu Sridanti melihat bahwa perlawanan terhadap penjajah di zaman dulu dalam konteks kekinian kita memerangi sifat keangkaramurkaan, kebodohan, keegoisan, nafsu, kebencian, ketakutan melalui pendidikan sekarang ini. Jadi, diharapkan para pemimpin lebih banyak berbaur dengan masyarakat dan lebih banyak mensosialisasikan nilai-nilai kepahlawan kepada generasi muda.

Kemudian Dewa Surata dari Untab menyatakan bahwa sosok pemimpin seperti I Gusti Ngurah Rai yang perlu diteladani, mampu meletakkan kepentingan umum di atas kepentingan ptibadi atau golongan, di samping rasa cinta kepada daerah sendiri serta komitmen yang tidak sekadar wacana saja, jujur dan tidak saling curiga, rasa jengah. Ia juga sepakat bahwa penjajajahan di zaman sekarang tidak jauh dari diri kita sendiri, dan tantangan ke depan bagaimana mengisi kemerdekaan di era globalisasi ini.

Ketiga pembicara dalam interaktif Suara Kampus yang didukung oleh Wisata Air Benoa Tirta Harum yang beralamat di Jalan Pratama No. 36 X Nusa Dua no. Telp. (0361) 770322 dan 775575 ini, menyimpulkan bahwa dengan terus meningkatkan kualitas diri dari dalam dan menginspirasi keluar, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Karena kehidupan yang sekarang adalah (seharusnya) perbaikan dari kehidupan yang dilakukan di masa lampau dan menata kehidupan yang lebih baik di masa depan (''Deep in the past lie the roots of the present and in the present lies the future''). (ad8)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak