Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Ajeg Bali
04 Maret 2012 | BP
Jagat Bali
Pura Luhur Pucak Padang Dawa
DI wilayah Desa Bangli Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan terdapat sebuah kahyangan jagat yang dinamakan Pura Luhur Pucak Padang Dawa. Pura ini merupakan stana Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam prabawanya sebagai Siwa Pasupati.
Pujawali ageng di pura ini berlangsung setiap setahun sekali, bertepatan dengan rerahinan Buda Kliwong wuku Pahang yang juga dikenal dengan Buda Kliwon Pegat Uwakan, 35 hari setelah hari raya Galungan. Puncak pujawali kali berlangsung Rabu (7/3) mendatang. Apa yang unik dari prosesi ritual di pura ini?
Pura Luhur Pucak Padang Dawa terletak di sebuah lereng perbukitan berudara sejuk, sekitar 45 km arah utara Kota Denpasar atau sekitar 25 km arah utara Kota Tabanan. Untuk mencapai lokasi pura, pamedek bisa melewati jalan dari sebelah selatan Pasar Baturiti menuju arah barat melewati Desa Bangli. Bisa juga melewati jalan dari arah Desa Apuan menuju Banjar Tampak Karang dan tembus di Banjar Apityeh. Jalur yang lainnya bisa melalui jalan menuju Banjar Tegeh tembus ke Banjar Sandan. Dari Sandan, perjalanan menuju ke arah timur, kemudian bertemu simpang tiga, belok ke arah selatan.
Di Pura Luhur Pucak Padang Dawa terdapat sejumlah pura yang masih menjadi satu kesatuan. Pura Luhur Pucak Padang Dawa berada di lokasi paling atas, kemudian Pura Penataran Agung di bawahnya. Di arah tenggara, terdapat Pura Dalem Purwa. Di sebelah timur Pura Dalem Purwa terdapat dua pura lagi yakni Pura Puseh Agung dan Pura Tegal Suci.
Di utamaning mandala Pura Pucak Padang Dawa terdapat sejumlah palinggih seperti Meru Tumpang Pitu, palinggih Pamereman, bale Pepelik, palinggih Ratu Made, palinggih Majapahit, pelinggih Taksu, Bale Pewedan, Bale Paruman, panggungan, bale panjang, bale peselang. Sedangkan di Pura Penataran Agung terdapat dua buah pelinggih padmasana, bale paruman dan sebagainya.
Di Luhur Pucak Padang Dawa terdapat pelawatan Ida Batara berupa figur pewayangan berjumlah sembilan, yang lebih dikenal dengan sebutan Batara Nawa Sanga. Menarik, di Kecamatan Baturiti Tabanan ada tiga kahyangan jagat yang pelawatan Ida Batara-nya sama yaitu Pura Luhur Pucak Padang Dawa, Pura Luhur atau Kahyangan Jagat Natar Sari Apuan dan Pura Luhur Pucak Kembar, Pacung. Ketiga pura ini tatkala pujawali ageng (karya gede), ngerawuhang puluhan tapakan Ratu Gede (barong). Demikian pula Pura Pucak Padang Dawa yang juga sebagai pura untuk nunas pasupati, ketika berlangsung pujawali ageng, puluhan tapakan barong yang menjadi sungsungan umat Hindu di sejumlah kabupaten di Bali, lunga ke pura ini.
Penyarikan Pura Luhur Pucak Padang Dawa, I Wayan Lanus alias Pan Mega, Sabtu (3/3) kemarin, mengatakan, kali ini dilangsungkan pujawali atau piodalan nadi di Pura Pucak Padang Dawa, karena bertepatan dengan Purnama (Sasih Kesanga). Karena itu di masing-masing palinggih akan dihaturkan banten catur, dan dilaksanakan pecaruan Manca Rupa. Pada piodalan kali pewayangan Ida Batara kairing lunga (ngunya) ke pura-pura di wewidangan pemaksan, selama 11 hari dan masucian di Pura Pucak Tinggah. Ida Batara kairing budal ke yogan Ida, Minggu (4/3) ini.
Di Pura Puseh juga dilangsungkan upacara pemelaspasan palinggih, tembok panyengker dan apit surang yang baru-baru ini dipugar. Dikatakannya, sebelum pujawali ageng, sesuai dengan uger-uger, setiap tiga tahun sekali dilangsungkan prosesi pengunyan ke jaba Kuta. Tetapi pada siklus tahunan, sebelum pujawali ageng, prosesi pengunyan hanya dilangsungkan di sekitar wewidangan pemaksan atau pengempon pura.
Sudah menjadi tradisi, pada setiap puncak pujawali, pelawatan Ida Batara Pura Luhur Pucak Padang Dawa dan semua tapakan barong yang rawuh, kairing masucian ke Beji secara bersama-sama. Prosesi ritual dengan iring-iringan
tapakan Ida Batara yang banyak itu menjadi pemandangan yang unik bernuansa religius. Usai masucian dari Beji, Ida Batara sami dihaturkan upakara tebasan ayaban di pemendak agung, tepatnya di jaba Pura Penataran Agung.
Malam harinya, katuran pujawali. Keesokan harinya yakni pada umanis karya dilangsungkan prosesi pengunyan ke pelinggih-pelinggih yang ada di Pura Luhur Pucak Padang Dawa. Prosesi ini juga unik dan menarik, karena seluruh tapakan atau pralingga Ida Batara kairing nyaksi pujawali di pura-pura yang ada di Pura Luhur Pucak Padang Dawa. Seusai prosesi pengunyan yang biasanya dimulai pagi hari, Pralingga Ida Batara (Pelawatan Ida Batara Luhur Pucak Padang Dawa dan barong kembali ditempatkan di pelinggih. Jika ada Tapakan barong yang budal dilakukan setelah pukul 00.00. Tetapi, biasanya kebanyakan budal setelah penyineban karya yakni
hari Minggu.
Jika ada Tapakan Barong yang nunas pasupati, itu dilakukan pada Minggu malam, dan seterusnya. Prosesi ritual pasupati itu dilangsungkan tengah malam di Pura Luhur Pucak Padang Dawa. Kersokan, barong tersebut kairing ke Pura Bakungan, sekitar 1 km arah selatan Pura Luhur Pucak Padang Dawa. Di Pura Bakungan itu berstana Ida Batara yang dikenal dengan
sebutan Jaksa Sakti.
Pura Luhur Pucak Padang Dawa diempon sekitar 110 KK krama umat di Banjar Apityeh, Banjar Uma Poh, Banjar Bangli, Banjar Titigalar, Banjar Munduk Andong, Banjar Sandan, dan Banjar Angseri. (lun)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak