Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Ajeg Bali
05 September 2009 | BP
Resep Panca Wida untuk Melahirkan Anak Suputra
Resep Panca Wida untuk Me
SUNGGUH penting peran orangtua membangun ketahanan mental keluarga. Hal tersebut juga diatur dalam ajaran Hindu, khususnya Panca Wida. ”Ada lima hal yang harus dilakukan orangtua untuk membangun ketahanan mental dalam keluarga dan membentuk anak suputra,” jelas tokoh Hindu Ketut Wiana.
Untuk mendapatkan anak suputra, orangtua hendaknya melakukan lima hal yang disebut Panca Wida dalam Kekawin Nitisastra. VIII,3. Panca Wida merupakan lima kewajiban orangtua kepada anaknya.
1. Panca Wida mengajarkan adanya Sang Ametwake. Hubungan suami-istri tidak sekadar terjadinya pembuahan sperma dan ovum secara fisik. Seyogianya dilakukan secara matang, lahir maupun batin, berdasarkan petunjuk seksologi Hindu normatif.
2. Sang Maweh Bhinojana. Tidak boleh anak itu diberi makanan hanya sekadar enak rasanya. Yang seyogianya diberikan makanan yang satvika ahārā, makanan yang mampu menumbuhkan sifat-sifat satvam dalam diri anak. Hindari memberikan makanan yang bersifat rajasik dan tamasik. Demikian juga jangan mendapatkan makanan dengan cara-cara adharma.
3. Sang Mangupādhyayā, memberikan pendidikan keterampilan sesuai sifat, bakat, dan perbuatan (guna dan karma) si anak. Pendidikan ini agar anak mendapatkan guna vidya, yaitu ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kelak dapat dijadikan dasar mendapatkan nafkah untuk menyelenggarakan kehidupannya.
Guna vidya itulah yang dijadikan dasar untuk mendapatkan arjana atau penghasilan. Dengan guna vidya anak selanjutnya bisa mandiri melakukan kewajibannya melanjutkan kehidupan di bumi ini.
4. Ajaran Sang Anyangaskara berarti orangtua memberi pendidikan kerohanian kepada anak, mendapatkan tattwa adyatmika, yaitu ilmu pengetahuan kerohanian yang dapat menguatkan daya spiritualitas. Daya spiritualitas yang kuat itu dapat memberikan landasan meningkatnya kecerdasan intelektualitas anak. Kuatnya daya spiritual dan meningkatnya kecerdasan intelektual dapat menguatkan kepekaan emosional untuk melakukan hal-hal yang positif.
5. Ajaran Sang Matulung Urip Rikalanging Bhaya mengandung arti orangtua sebagai orang yang selalu menjaga kenyamanan dan keamanan perasaan dan jiwa putranya. Orangtua hendaknya senantiasa menumbuhkan keyakinan pada anaknya bahwa orangtua itu adalah pelindung utama dan pertama hidupnya. Dengan demikian anak tidak dirundung rasa takut dalam hidupnya karena anak yakin orangtuanya senantiasa sebagai pelindungnya yang meyakinkan (Lebih jauh baca Koran Tokoh Minggu 6 September 2009)


[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak