Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
20 Agustus 2013 | BP
Ribuan Guru Resah
TPG Bulan November dan Desember 2012 Belum Dibayar
Singaraja (Bali Post) -

Tunjangan profesi guru (TPG) bulan November dan Desember 2012 di Buleleng ternyata hingga kini belum dibayarkan. Kondisi ini tentu saja membuat ribuan guru resah dan khawatir TPG yang sangat diharap-harapkan itu akan hangus begitu saja.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah guru di Buleleng, Senin (19/8) kemarin, mengatakan selama ini, pihaknya hanya mendengar janji-janji dari pemerintah bahwa TPG selama dua bulan itu segera dibayarkan. Namun kenyataannya, tahun 2013 ini sudah memasuki bulan Agustus, TPG yang jumlah totalnya sekitar Rp 22,4 miliar itu belum juga dibayarkan. "Kami sudah bersabar menunggu, tetapi hingga kini tak cair-cair. Ada apa sebenarnya," kata seorang guru.

Jumlah guru yang sudah bersertifikat di Buleleng mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA tercatat mencapai 3.291 orang. Jumlah dana TPG yang mereka terima setiap bulan adalah setara dengan satu kali gaji pokok. Akhir Desember lalu, mereka sempat resah karena selama dua bulan mereka belum mendapatkan dana TPG.

Biasanya para guru yang sudah bersertifikat itu menerima TPG dalam kurun waktu tiga bulan sekali. Sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Buleleng sempat menyampaikan kondisi tersebut kepada Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buleleng, Dewa Ketut Puspaka. Namun saat itu, Puspaka menjelaskan bahwa kondisi itu terjadi akibat dana TPG yang diberikan oleh pusat melalui Kementerian Pendidikan tidak mencukupi untuk membayar jumlah guru yang bersertifikat.

Artinya, dana yang ditransfer oleh pemerintah pusat jumlahnya kurang dan pemkab tidak boleh menalanginya. Atas kondisi itu, Puspaka sudah menyampaikan ke pemerintah pusat. Namun setelah ditunggu-tunggu oleh guru, ternyata hingga bulan Agustus ini, dana TPG itu belum juga ditransfer dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang Tenaga Kependidikan (Tendik) Disdik Buleleng, Made Ngadeg, saat dimintai konfirmasi membenarkan dana TPG selama dua bulan itu belum dibayarkan oleh pemerintah pusat. Kemungkinan dana itu dianggarkan dalam APBN Perubahan. "Nanti kalau dana di pusat sudah tersedia, maka kami akan segera mengamprahkannya," katanya. (kmb15)




[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak