Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
03 Agustus 2013 | BP
Diduga Korban Perkelahian
Mayat di Parit Gegerkan Warga Keramas
Gianyar (Bali Post)-

Sosok mayat korban pembunuhan menggegerkan warga Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Jumat pagi (2/8) kemarin. Mayat ditemukan di parit di Gang Rajawali, Jalan Kurusetra, Banjar Gelgel Desa Keramas, Gianyar. Di punggung korban ditemukan bekas tiga luka tusukan. Hasil penyelidikan polisi, mayat tersebut merupakan korban perkelahian pada Kamis malam sebelumnya (1/8).

Identitas yang ditemukan polisi, mayat bernama I Gede Wara Widarta (30) alias Gde Jhon, asal Madangan Petak, Gianyar yang menikah ke Banjar Biya Desa Keramas. Mayat pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.00 wita. Hal ini kemudian menyebar ke warga dan sontak membuat warga geger. Kapolsek Blahbatuh Kompol Wayan Latra bersama jajarannya langsung mengamankan lokasi dengan police line.

Kapolres Gianyar, AKBP Hadi Purnomo, juga turun langsung ke lokasi melihat secara langsung identifikasi mayat yang membujur kaku di parit. Hasil identifikasi dan penyelidikan polisi, mayat yang ditemukan itu merupakan korban perkelahian yang terjadi Kamis malam, tak jauh dari lokasi kejadian.

Pada Kamis malam, sempat terjadi perkelahian sekolompok pemuda di warung Balon di Banjar Gelgel. Perkelahian ini meluas hingga melibatkan puluhan orang tak dikenal yang diduga masing-masing anggota ormas di Bali. Mereka dengan bersenjata tajam datang ke lokasi kejadian. Namun tak lama kemudian, prajuru desa membubarkan orang tak dikenal itu serta warga yang menonton.

Malam itu, pukul 20.30 wita, terjadi perkelahian antara Wayan Sudarsana alias Tako (20) dengan korban. Korban saat itu bersama dengan dua temannya, Kadek Bangkong dan Putu Agus Antara alias Tarak duduk di warung. Tak lama kemudian, datang Tako bersama temannya, Wayan Wiradnyana alias Badut, Made Juniadi alias Jun, Malen, dan Weda. Tako dibantu tiga temannya langsung melakukan penyerangan terhadap korban.

Kewalahan menghadapi serangan betubi-tubi, korban lari mengarah selatan, hingga simpang jalan di Banjar Gelgel. Tako pun ikut mengejar korban. Kesaksian Tako, dirinya mengejar dengan membawa pisau di tangan, dan menusuk punggung korban. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Nengah Sadiarta mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Pelaku, Tako sudah mengakui perbuatannya menusuk korban. "Sedangkan yang lain masih dalam pendalaman pemeriksaan," jelasnya.

Mayat Wara Widarta kemudian dibawa ke RS Sanglah. Menurut Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., jenazah dibawa ke Kamar Jenazah Jumat (2/8) kemarin, dan langsung menjalani pemeriksaan luar. Dari hasil pemeriksaan luar ditemukan empat luka tusuk di punggung korban. "Tidak ada proses pembusukan karena diperkirakan meninggalnya baru dan tidak ditemukan luka lain selain empat luka tusuk tersebut," tutur Dudut.

Jenazah korban masih dititipkan di Kamar Jenazah RS Sanglah untuk menjalani proses lebih lanjut. Menurut Dudut, proses autopsi masih menunggu keputusan keluarga dan kepolisian. "Proses autopsi untuk memastikan sebab kematiannya. Tapi masih menunggu kepastian polisi dan keluarga. Rencanya sore ini (kemarin-red) atau Sabtu pagi," ujarnya.



''Pecaruan''

Pascapenemuan mayat korban pembunuhan, Desa Pakraman Keramas langsung melakukan pecaruan di lokasi kejadian. Hal ini untuk menghilangkan dampak buruk dari peristiwa tersebut. Terlebih Jumat (2/8) kemarin, yang masih berlangsung rangkaian piodalan di Pura Dalem Agung Desa Pakraman Keramas. "Ida Batara nanti akan melewati dekat lokasi penemuan mayat saat akan nyineb ke Puri," jelas Bendesa Pakraman Keramas, I Gusti Agung Bagus Artha Wijaya.

Menurutnya, desa akan segera mengadakan paruman untuk membahas masalah perkelahian tersebut. Sebagaimana awig dan pararem yang ada di Desa Pakraman Keramas, setiap orang yang membuat kerusuhan di wewidangan Desa Pakraman Keramas, diwajibkan untuk mengembalikan keseimbangan secara niskala dalam bentuk pecaruan. Selain itu, mereka akan dikenakan denda atas perbuatannya. (kmb16/san)




[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak