Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
24 Juli 2013 | BP
Pemerintah Cuek
Ribuan Pedagang Pasar Seni Terancam Bangkrut
Gianyar (Bali Post)-

Jeritan ribuan pedagang pasar seni yang kehidupannya kini terus tergerus oleh menjamurnya toko oleh-oleh, terkesan dicuekin pemerintah. Tak ada kebijakan konkret Pemkab Gianyar maupun Pemerintah Provinsi Bali dalam melindungi pengusaha kecil seperti pedagang di pasar seni. Kondisi ini pun membuat pedagang pasar seni terancam bangkrut, akibat dilindas pengusaha bermodal.

Para pedagang pasar seni, Selasa (23/7) kemarin mengeluhkan menjamurnya toko oleh-oleh menjadi ancaman pertama bagi para pedagang di pasar seni. Sebagai pedagang di pasar oleh-oleh tradisional, mereka tak bisa berbuat banyak tanpa ada campur tangan pemerintah terutama dalam memberikan perlindungan kebijakan. ‘’Kami berada di pasar milik pemerintah seperti Pasar Seni Sukawati,’’ ujar Dewa Nyoman Alit, seorang pedagang Pasar Seni Sukawati, ditemui Selasa (23/7) sore kemarin.

Menurut Dewa Alit, diperlukan perhatian pemerintah seperti dalam hal promosi, perbaikan infrastruktur, parkir, dan regulasi dalam perlindungan pasar seni tradisional menghadapi menjamurnya toko oleh-oleh saat ini. ‘’Khusus dalam hal promosi, pemerintah sama sekali tak pernah turun tangan,’’ jelasnya.

Pasar Seni Sukawati merupakan pasar tradisional yang berbeda dengan pasar tradisional yang menjual sembako. Pasar oleh-oleh seperti Pasar Seni Sukawati maupun pasar seni lainnya membutuhkan kedatangan orang domestik maupun mancanegara. Jika tanpa promosi, di tengah persaingan yang tak sehat saat ini tentunya akan sulit bagi para pedagang pasar seni. ‘’Jika hal itu tak dilakukan, para pedagang akan mati pelan-pelan,’’ keluhnya.

Terlebih lagi pemerintah kerap membicarakan soal UMKM yang mesti digalakkan dan dibantu. Kenyataannya banyak yang belum tersirami dengan program tersebut. Selain itu kebijakan pemerintah soal infrastruktur belum tergarap optimal sehingga para pedagang Pasar Seni Sukawati yang ikut sebagai pendonor PAD Kabupaten Gianyar kerap mengeluhkan soal kondisi jalan. Belum lagi kondisi bangunan yang usang hingga lahan parkir kini belum ada solusi.

Padahal, berbicara angka kehidupan di Pasar Seni, dari seribu orang yang berjualan di Pasar Seni Sukwati rata–rata menanggung sebanyak lima hingga enam orang kehidupan. Berbeda halnya dengan toko oleh-oleh dengan modal besar, yang bisa dihitung dengan jari. Jika perekonomian pedagang pasar seni mati, maka ada lima ribu lebih yang terkena dampaknya. Para pedagang sangat berharap perhatian pemerintah dalam menyelamatkan salah satu aset yang selama ini sudah membawa nama Gianyar bahkan Bali pada umumnya mendunia. (kmb16)






[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak