Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
21 Juli 2013 | BP
Peringatan Kapolres Napi Kabur, Tembak di Tempat
Tabanan (Bali Post) -

Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tabanan, diperketat, Sabtu (20/7) kemarin. Aksi ini mengantisipasi kerusuhan akibat overload penghuni. Polres menempatkan petugas bersenjata lengkap untuk membantu pengamanan sipir tahanan. Aktivitas patroli dari Polsek juga ditambah. Polres mengancam tembak di tempat jika ditemukan nara pidana (napi) yang nekat kabur.

Kapolres Tabanan, AKBP Dekananto Eko Purwono, menjelaskan, ada tujuh titik rawan di LP Tabanan. Masing-masing, empat tower pemantau sipir, kantor arsip, gudang senjata api (senpi), dan pintu utama LP. Ketujuh titik ini berpotensi dijadikan sasaran napi ketika terjadi kerusuhan di LP. ''Kami sudah atensi secara khusus pengamanan di LP. Ketika hari libur, kami terjunkan bantuan empat personel bersenjata ke LP,'' kata Kapolres usai memantau kondisi pengamanan LP Tabanan, kemarin.

Dijelaskan, jumlah napi di LP Tabanan yang overload berpotensi memicu kerusuhan. Apalagi, kasus serupa sempat meletus di LP Tanjung Gusta, Medan. Jika rusuh meletus, katanya, Polres akan mengerahkan seluruh personel membantu mengamankan LP. Proses pengamanan mengikuti standar prosedur operasional. ''Jika ada napi yang nekat kabur setelah diberikan peringatan, tentunya akan ditembak di tempat,'' tegasnya.

Tak hanya Polres, bantuan pengamanan juga melibatkan TNI, petugas pemadam kebakaran hingga masyarakat sekitar. Artinya, ketika terjadi kerusuhan, warga juga ikut dilibatkan menjaga LP. Total personel Polres mencapai 1.200 orang. Dari jumlah ini, 600 personel dipastikan siaga penuh ketika kerusuhan meletus.

Sementara itu, Kepala LP Tabanan, Yuli Hartono, mengatakan, jumlah penghuni LP Tabanan mencapai 140 orang. Dari jumlah ini, 18 orang adalah narapidana perempuan. Idealnya, LP Tabanan maksimal dihuni 47 orang. Karena overload, LP kelas II B ini dipastikan rawan kerusuhan. ''Overload di LP bisa menjadi pemicu kerusuhan dan konflik. Karena itu, kami selalu berkoordinasi dengan Polres untuk membantu pengamanan,'' katanya.

Selain overload, tenaga pengamanan LP juga minim, tak sebanding dengan jumlah napi. Total sipir di LP Tabanan 70 orang. Namun, petugas jaga per shift hanya 7 orang ditambah staf keamanan 2 orang. Dengan jumlah ini, potensi konflik antarnapi juga tinggi. Sebab, dengan minimnya tenaga pengamanan, para napi berpotensi nekat melakukan perlawanan. (kmb30)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak