Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
07 Juni 2013 | BP
Diduga, Dua Ijazah Caleg Meragukan
Gianyar (Bali Post)-

Proses pencalegan anggota DPRD Kabupaten Gianyar yang saat ini sedang dilakukan verifikasi faktual oleh KPU Kabupaten Gianyar diwarnai oleh isu ijazah bodong yang dimiliki oleh kandidat. Isu tersebut menghangat dari beredarnya beberapa pesan singkat dan kabar dari mulut ke mulut, Kamis (6/6) kemarin. Disebut-sebut ada dua caleg yang ijazahnya diragukan. Yakni Caleg dari Kecamatan Ubud dan Sukawati. Namun dugaan tersebut masih dilakukan pengecekan oleh KPUD Gianyar.

Anggota KPU Kabupaten Gianyar yang menangani verifikasi administrasi pencalegan Gde Ngurah Hartawan membenarkan adanya kabar tersebut. Namun pihaknya belum berani memastikan, karena sampai saat ini KPU masih melakukan verifikasi termasuk pengecekan sejumlah administrasi sejak 30 Mei sampai 12 Juni 2013. ‘’Kita masih melakukan verifikasi atas sejumlah caleg yang meragukan ijazahnya,’’ tegasnya.

Di Gianyar saat ini terdapat 311 orang bakal caleg yang akan diverifikasi administrasi KPU. Ratusan bakal calon tersebut berasal dari 14 partai politik. Mereka memperebutkan 8 kursi di dapil I (Gianyar), 10 kursi pada dapil II (Blahbatuh dan Tampaksiring), 8 kursi pada dapil III (Sukawati), 6 kursi di dapil IV (Ubud) dan 8 kursi pada dapil V (Payangan dan Tegallalang).



Dukungan Tak Valid

Sementara di Tabanan ditemukan beberapa dukungan tak valid saat verifikasi KPUD terhadap calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ada enam warga yang dipastikan maju memperebutkan kursi di Senayan, Jakarta.

“Hasil verifikasi sampel dukungan dari 42 calon, kita temukan beberapa dukungannya tak valid,” kata Pokda Verifikasi Faktual KPUD Tabanan Ni Luh Darayoni, Kamis (6/6) kemarin. Sayangnya, pejabat ini tak menyebutkan nama bakal calon DPD yang dukungannya tak valid. Pihaknya sudah menyelesaikan proses verifikasi dukungan dari 42 bakal calon DPD yang mendaftar ke KPUD Bali. Dari jumlah ini, ada enam bakal calon yang berasal dari Tabanan. Masing-masing dr. Wirya, IB Putu Astina, IB Wiryanata, Airlangga Mantik, Made Arimbawa dan Suamba Negara.

Dia menambahkan, pihaknya hanya menjalankan tugas memverifikasi dari KPUD Bali, mulai 24 Mei-5 Juni 2013. Verifikasi ini dilakukan dengan turun langsung memeriksa dukungan KTP yang diserahkan para calon. Namun, yang diteliti hanya sampel dukungan KTP sebesar 10 persen dari total dukungan. KPUD Tabanan kebagian 3.800 sampel KTP dari 42 bakal calon yang mendaftar. Proses verifikasi melibatkan seluruh petugas PPK di setiap kecamatan. Mereka diterjunkan, lalu mengecek dan meneliti dukungan KTP yang dikantongi masing-masing calon. Saking banyaknya, tak jarang petugas PPK menemui ganjalan. Salah satunya, pemilik KTP sedang bekerja ke luar daerah atau tinggal di luar wilayah. Namun, ganjalan itu bisa diatasi dengan mendatangi lokasi pemilik KTP.

Rata-rata setiap bakal calon DPD memiliki 100-200 KTP dukungan di Tabanan. Sehingga, proses verifikasi cukup rumit. Apalagi, lokasinya tak saling berdekatan. (kmb16/kmb30)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak