Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
24 Mei 2013 | BP
Masukan DPC Tak Diakomodir
Empat Bakal Caleg PDI-P Terpental dari DCS
Tabanan (Bali Post) -

Teka-teki perombakan bakal caleg PDI-P Tabanan dalam daftar caleg sementara (DCS) DPRD Tabanan, akhirnya terbongkar. Ada empat bakal caleg yang positif terpental dari DCS yang disetorkan ke KPUD Tabanan. Empat bakal caleg itu berasal dari tiga daerah pemilihan (dapil).

Keempat bakal caleg yang tercoret masing-masing Gede Sugiarta dari dapil I (Tabanan-Kerambitan) digantikan Desta Kumara. Lalu, Wayan Dika Sumantra dari dapil 2 (Selemadeg Raya-Pupuan) digantikan Wayan Edi Nugraha Giri. Kemudian, di dapil 3 (Penebel-Baturiti), Wayan Wirawan digantikan Komang Arnawa, serta bakal caleg perempuan Ni Putu Astarini digantikan Asta Lugra Paramita.

"Hasil pemeriksaan perbaikan administrasi, PDI-P mengubah empat bakal calegnya," kata Ketua KPUD Tabanan, Ida Bagus Kresna Dana, Kamis (23/5) kemarin. Dijelaskan, perubahan bakal caleg itu bersifat final. Artinya, masing-masing parpol tidak memiliki kesempatan lagi mengubah bakal calegnya.

Selanjutnya, KPUD akan melakukan tahapan verifikasi lanjutan hingga 29 Mei 2013, lalu penyusunan dan penetapan final DCS DPRD Tabanan, 30 Mei-12 Juni 2013. "Fokus kami adalah verifikasi lanjutan," tegas Kresna Dana. Selain PDI-P, katanya, Partai Nasdem juga merombak satu bakal caleg perempuan. Pemicunya, caleg dari dapil Kediri itu umurnya belum mencukupi persyaratan.

Perombakan empat bakal caleg PDI-P ini dikeluhkan Ketua DPC PDI-P Tabanan, Ketut "Boping" Suryadi. Politisi ini tak menyangka ada kader potensial justru terdepak dari DCS. "Jujur, kami baru mendapatkan faksimile perubahan DCS menjelang penutupan perbaikan ke KPUD. Saya kaget melihat perubahan itu," keluh Boping usai menghadiri pleno rekapitulasi suara pilgub.

Meski merasa sakit, Boping memilih pasrah dengan kondisi ini. Sebab, keputusan final perombakan DCS berada di tangan DPP PDI-P. "Kami melihat ada yang tidak konsisten dalam kebijakan partai. Masukan yang kami berikan ke DPD dan DPP sepertinya tak terakomodir," keluhnya. Dia mencontohkan, kader potensial asal Penebel yang tercoret dari DCS. Justru, muncul fakta bakal caleg yang kalah di TPS dan desanya tetap saja melenggang masuk DCS.

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada skema politik pemilu mendatang. Terkait gerakan protes kader yang calonnya tercoret, Boping mengaku sudah menyambangi beberapa elite partai di tingkat anak cabang. Hasilnya, mereka bisa diberikan pemahaman terkait perombakan DCS ini. "Saya berikan pemahaman, jika mau protes DCS, silakan ke DPD dan DPP. Sebab, DPC hanya berwenang memberikan masukan," tegas Ketua DPRD Tabanan ini. (kmb30)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak