Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
24 April 2013 | BP
Distanak Sidak Daging di Pasar
Singaraja (Bali Post) -

Petugas dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Buleleng kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) daging ayam di Pasar Desa Sangsit, Kecamatan Sawan dan Pasar Buleleng, Singaraja, Selasa (23/4) kemarin. Hasilnya, petugas menyatakan daging yang dijual pedagang di dua pasar bebas dari kandungan bahan-bahan kimia (formalin). Meski demikian, petugas tetap mengambil sampel daging untuk diteliti lebih lanjut di Balai Veteriner (B-Vet) Denpasar untuk lebih memastikan hasil uji sementara yang dilakukan pada saat sidak.

Sidak dipimpin Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Buleleng, Nyoman Swatantra, didampingi Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Wayan Susila, bersama tiga orang dokter hewan. Sidak pertama dimulai di Pasar Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Di pasar ini, petugas memberitahukan maksud sidak kepada pengelola pasar. Setelah memberikan penjelasan, petugas langsung menuju kios pedagang ayam potong dan pedagang daging babi dan sapi.

Kedatangan petugas ini sempat membuat pengunjung dan pedagang bertanya-tanya. Setelah diberikan penjelasan, pedagang akhirnya mengizinkan petugas mengambil sampel daging ayam untuk diuji. Setelah menunggu beberapa menit, sampel daging yang diuji itu dinyatakan negatif atau tidak mengandung bahan-bahan kimia (formalin). Setelah petugas menunjukkan hasil uji tersebut, pedagang mengaku berterima kasih dengan petugas yang memberikan penjelasan dan mengawasi dengan ketat peredaran ayam potong di pasar tradisional.

Dari Pasar Desa Sangsit, petugas kemudian bergerak ke Pasar Buleleng. Di pasar ini, pedagang masih menyisakan beberapa daging ayam yang belum laku terjual. Petugas langsung menyampaikan maksud pengecekan dan sampel daging diuji dan hasilnya ditunjukkan langsung kepada pedagang. Hasilnya daging yang dijual pedagang dinyatakan negatif mengandung bahan-bahan kimia yang membahayakan kesehatan. "Ini sangat baik karena kami pedagang juga diberikan informasi bagaimana cara mengecek daging yang layak dikonsumsi seperti warnanya cerah dan dagingnya tidak kaku. Mudah-mudahan pengawasan seperti ini bisa dilanjutkan secara rutin," ujar pedagang Nur Arafah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menyatakan pengawasan rutin terhadap kondisi kesehatan daging di pasar tradisional ini akan terus berlanjut ke pasar lain di Buleleng. Tujuannya untuk mencegah beredarnya daging yang tidak layak konsumsi dan membahayakan kesehatan. Selain itu, sambil mengawasi kesehatan daging, Distanak berusaha memberikan pemahaman tentang cara-cara awal untuk mengecek kondisi daging sebelum dimasak. Dengan pemberian pemahaman awal ini diyakini akan memberikan manfaat bagi pedagang maupun pembeli, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

"Dari berkali-kali kami melakukan sidak hasilnya negatif dan kami akan terus lakukan pengawasan sambil memberikan pemahaman kepada pedagang untuk mengecek kesehatan daging yang layak dikonsumsi," jelasnya. Swatantra menambahkan, meski hasil uji awal negatif mengandung formalin, namun petugas sudah mengambil sampel daging untuk diuji lebih lanjut di Balai Veteriner (B-Vet) Denpasar. Dengan demikian, hasilnya akan lebih yakin apakah peredaran daging di pasar tradisional di Buleleng tidak mengndung bahan kimia atau sebaliknya. (kmb)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak