Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
20 April 2013 | BP
UN Hari Kedua
Di Karangasem Terlambat, Bangli Menjemput Soal
Amlapura (Bali Post)

Ujian Nasional (UN) SMA/SMK hari kedua di Karangasem, Jumat (19/4) kemarin masih diwarnai dengan kekurangan soal. Kekurangan soal UN itu diatasi dengan memfotokopi paket soal UN itu. UN pun dilaksanakan molor dari jadwal yang ditentukan.

Kadisdikpora Karangasem Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd., Jumat (19/4) kemarin usai melapor kepada Bupati Karangasem perihal pelaksanaan UN menyampaikan, empat sekolah yang mengalami keterlambatan soal, yakni SMA 1 Bebandem, SMA 1 Manggis, SMA 3 Amlapura dan SMK Pariwisata Kerta Wisata. UN yang seharusnya dimulai pukul 07.30 di semua sekolah. Namun di empat sekolah yang kekurangan soal tersebut terpaksa dimulai molor bervariasi seperti di SMA 3 Amlapura dan Manggis dimulai pukul 09.30, di Bebandem pukul 10.00 wita.

Untuk fotokopi soal, petugas melakukan di dekat sekolah dan diawasi ketat oleh tim independen dan polisi dari Mapolres Karangasem. Itu guna menghindari terjadinya kebocoran soal.

Peserta UN tahun ini untuk SMA/MA di Kabupaten Karangasem diikuti peserta sebanyak 2.779 orang. Sementara peserta SMK diikuti di delapan sekolah dengan jumlah peserta 988 orang, termasuk dua orang peserta binaan LP Anak Karangasem yang mengikuti ujian di SMA Parisada, dibagi menjadi 9 rayon termasuk dua rayon untuk paket C. Adapun para guru yang terlibat melakukan pengawasan UN sejumlah 560 orang termasuk memperbantukan guru-guru SMP.

Sementara itu di Bangli, kekurangan soal ujian hari kedua diantisipasi dengan penjemputan materi dan lembar jawaban langsung ke Unud. Penjemputan itu dilakukan Disdikpora Bangli, Kamis (18/4) malam bersama aparat keamanan menuju Denpasar. Sehingga hari kedua pelaksanaan UN di Bangli, Jumat (19/4) kemarin akhirnya berjalan lancar.

Kadisdikpora Bangli Drs. Nyoman Sumantra, M.Ag., mengatakan, persoalan amburadul pelaksanaan hari pertama UN di Bangli telah ditindaklanjuti pihaknya dengan melakukan koordinasi dengan Universitas Udayana. Pihaknya tak ingin kasus yang sama juga terulang untuk kedua kalinya.

(013/kmb17)









[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak