Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
05 Februari 2013 | BP
Gegerkan Warga Tampaksiring
Dua Ekor Julit Besar Ditemukan di Saluran Irigasi
Gianyar (Bali Post) -

Warga sekitar Subak Pulagan Kumba, Tampaksiring, Gianyar dibuat geger dengan penemuan dua ekor ikan julit besar di saluran irigasi persawahan. Sepasang ikan julit besar yang ditemukan sepanjang dua meter dengan berat kurang lebih 40 kg. Sedangkan satunya lagi sepanjang 1,5 meter dengan berat 30 kg. Menariknya, temuan ikan ini diyakini sebagai berkah, menyusul gagal panen yang dialami petani setempat dalam dua kali musim tanam.

Senin (4/2) kemarin, warga datang berbondong-bondong untuk menyaksikan kehadiran ikan yang ukurannya berbeda dengan ikan biasanya. Pekaseh Subak Gede Pulagan Kumba Sang Nyoman Astika (45) menyebutkan, ikan yang menggegerkan warga itu ditemukan Minggu (3/2) sore. Keduanya ditemukan secara terpisah di sebuah parit kecil. Warga subak sempat mengevakuasi kedua ikan itu ke Sungai Pakerisan. Namun, sepasang ikan besar ini justru tidak mau lepas dan terus ke pinggir sungai. Setelah berulang kali dilakukan, warga kemudian memutuskan untuk membawanya kembali ke subak dan dibuatkan kolam sementara.

Warga sempat berkonsultasi dengan pemangku pura. Bahkan kemunculan ikan itu diyakini sebagai berkah. Astika teringat bahwa di areal persawahan setempat selalu ditemukan kemunculan ikan julit dalam setahunnya. Hanya saja, dalam dua tahun ini, tidak pernah muncul lagi bersamaan dengan kondisi pertanian setempat yang menyedihkan. ''Saat tidak ada kemunculan ikan itu, panen kami gagal lantaran terserang hama. Padi kami mengalami patah leher saat berbuah,'' jelasnya.

Namun kali ini ukurannya disebutkan paling besar yakni mencapai panjang dua meter. Dari keyakinan warga setempat, diakuinya jika keberadaan ikan julit itu adalah kemunculan yang tak biasa.

Atas keyakinan itu pula, sepasang ikan besar itu kini dibuatkan kolam sementara untuk menampungnya. Warga pun bergiliran memberikan makan berupa daging ayam. ''Rencananya akan menggelar upacara pemendak. Selanjutnya akan dipelihara selama ikan ini betah. Sebab biasanya mereka hilang begitu saja,'' katanya. (kmb16)





[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak