Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
19 Januari 2013 | BP
Catut Nama Pejabat
Dipertanyakan, Pengangkatan Puluhan Pegawai Pasar Kidul
Bangli (Bali Post) -

Pengangkatan puluhan pegawai Pasar Kidul belum lama ini, sepertinya bakal menjadi masalah panjang. Pasalnya, dalam proses pengangkatan itu, ternyata mencatut nama sejumlah pejabat, yang konon merupakan "jatah pejabat" mulai dari bupati, wakil bupati, serta Ketua DPRD Bangli.

Kontan saja sejumlah pejabat yang tak tahu-menahu atas masalah itu pun kaget serta mempertanyakan mekanisme pengangkatan serta adanya pencacutan nama baik pejabat tersebut. Bahkan, Ketua DPRD Bangli, I.B. Raka Mudarma, terang-terangan menyinggung masalah pencatutan nama sejumlah pejabat, termasuk dirinya selaku Ketua DPRD Bangli dalam rapat gabungan antara eksekutif dan DPRD Bangli Jumat (18/1) kemarin.

Persoalan pencatutan nama baik pejabat itu pun berlanjut dan dipertanyakan anggota Komisi III DPRD Bangli, I Nyoman Budi Utama, dalam rapat gabungan antara SKPD terkait menangani pasar, Komisi III DPRD Bangli, perwakilan pedagang Pasar Kidul, serta prajuru Banjar Pule dan Banjar Kawan Kelurahan Kawan Bangli.

Dalam pertemuan itu, Kadispenda Bangli, I Ketut Riang, yang diberondong pertanyaan soal dasar hukum pengangkatan pegawai justru meminta waktu untuk mencari referensi buku dasar hukum pengangkatan pegawai pasar. Padahal, puluhan pegawai pasar baru kini telah mulai bekerja. Tak ayal, jawaban itu membuat puluhan pegawai pasar saat ini terkesan diangkat secara ilegal lantaran tanpa dasar hukum yang jelas.

Anggota Komisi III DPRD Bangli, Nyoman Budi Utama, mengatakan, dasar hukum pengangkatan puluhan pegawai pasar yang dilakukan baru-baru ini semestinya jelas. Apalagi santer berkembang isu, pegawai pasar baru diangkat setelah membawa nama pejabat di Bangli.

"Saya minta agar SKPD terkait menjelaskan hal ini. Apa dasar hukum pengangkatan pegawai pasar yang baru. Kenapa pengangkatan itu membawa nama-nama sejumlah pejabat. Padahal, ada beberapa pejabat yang saya mintai konfirmasi, malah tidak tahu-menahu soal pengangkatan pegawai baru di pasar," katanya.

Kadispenda Bangli, I Ketut Riang, mengakui telah ada pengangkatan pegawai pasar yang baru. Namun, soal dasar hukum pengangkatan pegawai pasar, diakui pihaknya belum memiliki dasar hukum. Sehingga acuan untuk pengangkatan baik dari perda maupun aturan lainnya, masih akan dicari. Berbeda dengan kepala pasar, proses pengangkatannya telah dikoordinasikan dengan bupati. Sehingga SK pengangkatan kepala pasar dikeluarkan bupati.

Namun, jelasnya untuk penambahan pegawai baru di pasar bisa saja dilakukan, dalam kaitan untuk membantu kinerja kepala pasar sesuai dengan kebutuhan mengatur tata kelola pasar. (kmb17)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak