Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
19 Nopember 2012 | BP
Warga Kendran Ancam Berhenti Langganan PDAM
Warga Kendran Ancam Berhenti Langganan PDAM
Gianyar (Bali Post)-Kekecewaan warga Kendran, Tegallalang terhadap PDAM setahun lalu yang sampai menggelar demo ke kantor PDAM, kini kembali berlanjut dengan ancaman warga berhenti berlangganan air bersih. Pasalnya, kini Desa Kendran dalam hal pelayanan air bersih, melakukan swadaya memanfaatkan potensi air di daerah tersebut.

Hal itu dilakukan untuk menyikapi makin berkurangnya debit air di Desa Kendran yang disebabkan oleh alam (iklim yang makin ekstrim, serta adanya penyedotan air oleh PDAM Gianyar bersumber di Subak Bendungan Manuaba Banjar Bayad, Desa Kedisan). Hal ini sangat berdampak pada kebutuhan pengairan di Desa Kendran baik itu pengairan persawahan dan kebutuhan air bersih warga semakin berkurang. Sebagai antisipasi, akhirnya warga beserta tokoh masyarakat sepakat membangun swadaya air bersih.

Minggu (18/11) kemarin, masyarakat setempat melakukan peletakan batu pertama pengelolaan air bersih mandiri, di sumber mata air ancut, Desa Adat Calo, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Peletakan batu pertama itu dihadiri oleh perbekel, para klian adat dan dinas, pekaseh, dan konsultan ahli dari Fakultas Teknik Udayana, serta dari PT Sakasoka.

Ketua Pembangunan Drs. Made Ruta menerangkan, kegiatan tersebut awal dari pekerjaan proyek pembangunan PAM swadaya yang akan ditangani PT Sakasoka Denpasar dengan perkiraan menghabiskan sekitar Rp 1,6 miliar.

Ruta mengharapkan dengan terwujudnya pembangunan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat. Selain itu untuk menghindari konsumsi air yang akhir-akhir ini banyak mengandung kaporit. Termasuk mengurangi beban masyarakat terkait mahalnya biaya air d PDAM Gianyar yang semakin tahun dirasakan semakin meningkat. Selain itu pembangunan pengadaan air minum swadaya juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Swadaya air tersebut pengelolaannya akan dilakukan oleh koperasi.

Sebelumnya, warga Kendran setahun (11/11) lalu sempat mengadakan aksi demo ke kantor PDAM. Warga meminta PDAM untuk menyetop pengambilan air di sebelah barat Pura Taman Sari atau di tanah yang dibeli oleh PDAM. Karena sama sekali tidak ada suwinih dari tirta yang diambil dari Pura Taman Sari. Kemudian sumber air yang diyakini warga dari tirta Dapdapan (sebelah barat Pura Taman Sari) dilakukan pemberhentian pengambilan air. (kmb16)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak