Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
30 Oktober 2012 | BP
Harga Babi Anjlok
Peternak Babi Datangi DPRD Gianyar
Gianyar (Bali Post) - Sekitar seratus peternak babi dari berbagai daerah di Kabupaten Gianyar, Senin (29/10) kemarin, mendatangi Kantor DPRD Gianyar. Mereka menyampaikan aspirasi terkait kondisi harga babi yang terus anjlok. Kondisi ini membuat peternak babi menjerit. Untuk itu, pemerintah diharapkan segera menyikapi persoalan tersebut.

Warga yang berpakaian adat madya ini diterima oleh Wakil DPRD Ketut Jata dan beberapa anggota DPRD, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Kabag Ekonomi. Mengingat ruang pertemuan yang kecil, memaksa warga yang memenuhi ruangan dewan duduk di lorong gedung DPRD Gianyar.

Ketua GUPBI (Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia) Bali Ketut Arisuyasa mengatakan, para peternak babi saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Harga daging sangat murah. Dari Rp 18 ribu, kini turun menjadi Rp 13 ribu. Hasil produksi sangat jauh sehingga setiap peternak khususnya yang menernakkan 2-3 ekor mengalami kerugian mencapai Rp 400 ribu.

Rusaknya harga jual daging babi ini disebabkan oleh adanya perusahaan dengan investasi yang tinggi, PT KPS menyebarkan daging yang sama ke daerah lokal, sehingga harga daging babi menjadi murah. Padahal, sesuai perjanjian antara KPS dengan GUPBI Bali, di Singaraja, pihak KPS tidak akan memasarkan hasil produksinya di Bali berupa babi potong dan daging babi. ''Namun kami menemukan bukti pelanggaran kesepakatan yang dilakukan di Tegallalang,'' katanya.

Kondisi peternak yang menjerit sama sekali tidak ada yang memperhatikan. ''Dalam kondisi ini, peternak tidak butuh kemitraan dan modal, yang terpenting harga,'' katanya.

Atas aspirasi yang disampaikan para peternak sapi, anggota DPRD Gianyar Made Suraastra meminta Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan untuk tanggap merespons keluhan peternak. Apa yang dialami peternak ini sebenarnya sudah sempat diusahakan disampaikan ke dinas, namun tak didengarkan. ''Pihaknya berharap dinas cepat tanggap, mendukung peternak, kalau perlu bubarkan saja KPS,'' katanya.

Kadis Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Gianyar Dewa Gede Amerta berjanji akan menyampaikan keluhan dari peternak babi di Gianyar ke Pemerintah Provinsi dalam rapat besar yang diselenggarakan dengan kepala Dinas Peternakan se-Bali, Selasa ini. Sementara Wakil Ketua DPRD Gianyar Ketut Jata berharap pihak terkait untuk menindaklanjutinya, khususnya pembentukan regulasi dalam melindungi para peternak. (kmb16)





[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak