Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
04 Oktober 2012 | BP
Kasus Upah Pungut PBB
Giliran Pastika dan Arga Pynatih Diperiksa Kembali
Singaraja (Bali Post) -

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja juga akan kembali memeriksa sejumlah mantan pejabat di Pemkab Buleleng berkaitan dengan kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan biaya upah pungut PBB.

Salah satu mantan pejabat yang dipastikan akan diperiksa kembali adalah mantan Kadispenda Buleleng, Nyoman Pastika, yang sudah menjadi tersangka dan kini sedang ditahan di LP Singaraja. Pastika bahkan rencananya diperiksa Senin (8/10) pekan depan. Selain itu, mantan Wakil Bupati (Wabup) Buleleng, Arga Pynatih, juga direncanakan dimintai keterangan tambahan terkait kasus tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Wayan Suardi seizin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Singaraja Gusti Nyoman Subawa di ruang kerjanya Rabu (3/10) kemarin, membenarkan pihaknya telah menyusun jadwal untuk memeriksa para tersangka dugaan penyalahgunaan upah pungut PBB yang sudah ditahan di LP Singaraja.

Lebih jauh, Suardi mengatakan, sesuai dengan jadwal pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka mantan Kadispenda Buleleng Pastika dilakukan pekan depan. Pastika diperiksa untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan sebelum berkasnya dilimpahkan untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor. "Kami sudah susun jadwal dan semua tersangka termasuk Pastika akan kami periksa lagi untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor nanti," katanya.

Suardi menambahkan, bukan hanya tersangka yang sudah ditahan yang diperiksa, namun sejumlah pejabat yang sebelumnya telah dimintai keterangan juga akan dimintai keterangan tambahan. Salah satunya adalah mantan Wabup Buleleng, Made Arga Pynatih. "Pejabat yang masih statusnya saksi juga sudah kami jadwalkan untuk didengarkan keterangannya dan kemungkinan ada tersangka baru itu bisa saja terjadi dan kami lihat perkembangannya karena ini masih proses pemeriksaan," jelas Suardi sembari diiyakan Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Imam Setiawan.

Ditanya soal total kerugian negara akibat kasus dugaan tindak korupsi ini, Kasis Pidsus Suardi mengatakan, total kerugian yang ditimbulkan akibat kasus ini secara final belum dihitung. Pihaknya baru menghitung dan secara perhitungan kasar total kerugian negara akibat kasus ini Rp 1.657.000.000. "Ini belum final karena kami masih menghitung dan untuk sementara kerugiannya segitu mungkin nanti ada perkembangan," jelasnya.

Sebelumnya, mantan Bupati Buleleng, Putu Bagiada, yang sudah ditahan tanggal 3 September 2012 menjalani pemeriksaan lanjutan Selasa (2/10) lalu di Kejari Singaraja. Dalam pemeriksaan lanjutan itu, Bagiada dicecar 27 pertanyaan yang berkaitan dengan pengelolaan dana upah pungut PBB. (kmb/kmb15)







[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak