Sebelas calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terpaksa diamankan aparat Polsek Kota Singaraja, Jumat (14/9) malam. Calon TKI yang berasal dari Kecamatan Sepeken Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), diamankan karena sempat diduga ilegal.
Informasi menyebutkan, calon TKI itu rencananya diberangkatkan ke Taiwan pada akhir bulan ini. Namun sebelum berangkat, mereka diinapkan di sebuah hotel untuk mengikuti sosialisasi. Kegiatan mereka di Singaraja diduga tak disertai izin sehingga polisi kemudian mengamankan mereka ke Polsek Kota Singaraja untuk dimintai keterangan.
Pada saat polisi mendatangi para calon TKI itu di hotel, ternyata polisi tak menemukan penyalurnya karena sudah berangkat ke luar Bali.
Polisi kemudian mengejar para penyalur itu hingga ke Pelabuhan Gilimanuk. Lima warga yang disebut sebagai penyalur kemudian ditemukan oleh personel Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk kemudian diantar ke Polsek Kota Singaraja untuk dimintai keterangan. Para penyalur itu masing-masing bernama Tan Tek Hui alias Rony Costan, Rita, Hartini, dan Tam Tjan Hwa. Sementara satu orang lainnya adalah Lin Chi Chen, warga negara Taiwan.
Kapolsek Kota Singaraja Kompol Made Budiada seizin Kapolres Buleleng AKBP T. Widodo Rahino mengatakan, para calon TKI asal Sepeken itu hendak dipekerjakan sebagai pelaut di Taiwan. Mereka disalurkan oleh sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja yang berkantor di Surabaya.
Dari hasil pemeriksaan, penyalur tenaga kerja itu hanya meminjam lokasi di Singaraja untuk melakukan sosialisasi. Lantaran jarak dari Sepeken ke Singaraja lebih dekat dibandingkan dengan Sumenep dengan waktu tempuh pelayaran hingga 12 jam.
Setelah diperiksa sekitar tiga jam, polisi akhirnya melepaskan calon TKI dan para penyalurnya. Karena polisi tidak menemukan adanya unsur-unsur pelanggaran dalam Undang-undang Ketenagakerjaan. Sementara satu WNA asal Taiwan juga dilepas, karena identitas dan dokumen sebagai WNA sudah lengkap dan dinyatakan masih berlaku. ''Dari pemeriksaan kami, mereka sudah membawa dokumen yang jelas seperti izin dari BNP2TKI dan beroperasi di Surabaya. Di sini, mereka hanya melakukan semacam pembekalan. Mereka juga sudah mendapat izin merekrut 20 orang tenaga kerja dari Kabupaten Sampang,'' katanya. (kmb/kmb15)