Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
15 September 2012 | BP
Pasar Kidul
Bangli (Bali Post)-

Upaya Bupati Bangli menguak tabir di balik kebakaran Pasar Kidul dilakukan secara sekala dan niskala. Secara sekala menyerahkan hasil penyidikan kebakaran kepada pihak kepolisian, sedangkan niskala menanyakan kepada orang pintar. Dari hasil nunas baos Bupati Gianyar belum lama ini kepada Jero Tapakan Desa Yangapi Tembuku menyebutkan Ida Batara Ayu Mas Melanting murka.

Pasalnya bangunan lebih tinggi dari Pura Melanting di timur pasar. Kondisi Pasar Kidul leteh alias kotor secara niskala. Kekotoran itu lantaran adanya warga yang sempat berhubungan badan di areal pasar. Pascakejadian itu, tidak ada ritual penyucian kembali.

Kabag Humas dan Protokol Setda Bangli Made Mahindra, Jumat (14/9) kemarin membenarkan dari upaya niskala disebutkan pasar telah leteh. Selain itu, ketika pembangunan stimulus selesai, tak ada pembersihan kembali seluruh pasar melalui prosesi melaspas.

Termasuk posisi Pura Melanting yang sudah terjepit. Karena bangunan pasar jauh lebih tinggi dibandingkan posisi pelinggih. ''Memperluas, memindahkan pasar serta pangruatan, tidak ada matur piuning. Juga masih ada kurang sarana upacara tidak dipelaspas saat renovasi beberapa waktu lalu,'' ujar Mahendra Putra

Bertalian dengan pawisik itu.

Karena itu ke depan jika dilakukan pemugaran dan pembangunan kembali harus diupacara pamelaspas. Mulai dari Rsi Gana lagi sekali, nunas karang serta guru piduka dan bendu piduka dengan rentetannya. Soal sumber api kebakaran, dari pawisik api bersumber dari api dupa. ''Ketika mengaturkan canang , lupa mematikan dupa sehingga mengenai barang dagangan dan akhirnya api menjalar ke mana-mana,'' ujar Mahendra Putra. (kmb17)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak