Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
06 September 2012 | BP
Bagiada dan Pastika Diancam Hukuman Minimal Empat Tahun
Singaraja (Bali Post) -

Berkas tersangka mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada dan berkas tersangka mantan Kadispenda Nyoman Pastika dalam kasus upah pungut PBB, rencananya dilimpahkan secara terpisah ke Pengadilan Tipikor di Denpasar. Setelah melewati sejumlah tahapan, Kejari dipastikan akan melimpahkan kasus itu selambat-lambatnya akhir September ini.

Kasi Intel Kejari Singaraja Imam Eka Setyawan, S.H. seizin Kajari IGN Subawa, S.H., Rabu (5/9) kemarin, mengatakan berkas tersangka Bagiada dibuat terpisah dengan berkas tersangka Pastika, sehingga sidangnya pun dilakukan dengan jadwal yang berbeda.

Kata dia, berkas Pastika dilimpahkan terlebih dahulu baru kemudian disusul berkas tersangka Bagiada. Setidaknya kedua berkas tersangka sudah dilimpahkan akhir September ini ke Pengadilan Tipikor.

Imam mengatakan, saat ini masih melakukan tahapan penyempurnaan sekaligus berkoordinasi dengan saksi ahli bidang tindak pidana dan ahli tata negara dari sebuah universitas di Jakarta. ''Secepatnya tim akan berangkat ke Jakarta untuk mencari saksi ahli,'' katanya.

Saksi ahli yang dimaksud, kata Imam, adalah saksi ahli yang bisa menjelaskan tentang pelanggaran hukum yang terjadi dalam penerbitan dua SK Bupati yang berisi pembagian upah pungut kepada pejabat di Pemkab Buleleng. Setelah datang dari Jakarta baru kemudian dilakukan tahapan pratuntutan sampai kemudian berkas kasus itu bisa dilimpahkan ke pengadilan.

Imam mengatakan, kedua tersangka dikenakan pasal yang sama. Yakni pasal 2 ayat 1 UU Korupsi yang isinya setiap orang secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dapat merugikan keuangan negara bisa dipenjara seumur hidup atau minimal 4 tahun maksimal 20 tahun serta denda minimal Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar. Selain itu juga diterapkan pasal 3 UU Korupsi yang isinya tentang seorang yang menyalahgunakan kesempatan atau kewenangan yang ada padanya dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dapat merugikan keuangan negara dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun maksimal 15 tahun dan denda minimal Rp 50 juta maksimal Rp 500 juta.

Ketika ditanya apakah akan ada tambahan tersangka? Imam mengatakan tim masih tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mantan pejabat atau pejabat aktif yang diduga terlibat dalam kasus upah pungut tersebut.

Sementara itu, informasi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Singaraja kemarin menyebutkan, tersangka Bagiada sudah makin tenang. Dia bahkan sudah mulai mengikuti kegiatan rutin di LP, seperti apel setiap pagi. ''Beliau ikut apel. Tampaknya beliau berangsur-angsur sudah bisa menerima,'' kata Kepala LP Singaraja Yuli Hartono. (kmb15)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak