Polres Buleleng mencatat sebanyak 20 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2012 yang dimulai sekitar dua pekan lalu di wilayah Buleleng. Dari jumlah itu, terdapat empat korban tewas sia-sia di jalan raya.
Kabag Ops. Kompol Ida Bagus Wedanajati seizin Kapolres Buleleng AKBP T. Widodo Rahino usai rapat evaluasi Operasi Ketupat, Rabu (22/8) kemarin, mengatakan lakalantas yang menyebabkan dua orang korban meninggal dunia terjadi di wilayah hukum Polsek Tejakula. Di wilayah hukum Polsek Kota Singaraja terjadi satu orang korban jiwa dan di wilayah hukum Polsek Seririt satu orang.
Sementara, dari hasil investigasi di lapangan, kasus lakalantas tersebut pemicunya karena faktor kelalaian pengendara. Dia mencontohkan, pengendara nekat mengendarai sepeda motor di bawah pengaruh alkohol (mabuk). Selain itu, perilaku tidak tertib dengan tidak menggunakan helm keselamatan juga menjadi pemicu terjadinya korban lakalantas meninggal dunia. "Ini yang kita temukan di lapangan dan para korban lakalantas ini karena kelalaian pengendara dan melanggar tata tertib lalu lintas dengan tidak mengenakan helm keselamatan," katanya.
Menurut Wedanajati, sebenarnya jajaran Satlantas Polres Buleleng belakangan ini terus melakukan upaya penyadaran kepada pengendara agar mengikuti tata tertib berlalu lintas. Pembinaan ini dilakukan menyasar masyarakat umum serta kalangan pelajar dan mahasiswa. Upaya lain juga sudah dilakukan polisi, di mana penindakan pengendara yang melanggar tata tertib berlalu lintas. "Seperti itu yang sudah kita lakukan untuk menekan angka lakalantas, namun rupanya masih perlu terus digalakkan," jelasnya. (kmb15)