Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
22 Agustus 2012 | BP
Warga Tolak Perluasan TPA Mandung
Tabanan (Bali Post)-

Proyek perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, di Desa Sembung, Kerambitan, terganjal. Khawatir memicu bau, warga setempat sepakat menolak rencana proyek senilai Rp 3,5 miliar. Kesepakatan penolakan proyek dari APBD Tabanan 2012 ini diambil dalam rapat banjar.

Selain takut bau sampah, warga khawatir lahan persawahan akan menyempit akibat proyek itu. ''Senin (20/8) malam, kita sudah rapat banjar. Hasilnya, kita sepakat menolak pembebasan lahan untuk perluasan TPA,'' kata Klian Banjar Mandung Kauh Wayan Rantauwan, Selasa (21/8) kemarin.

Dijelaskan, warga memiliki sejumlah alasan menolak proyek tersebut. Yang paling dikhawatirkan adalah persoalan lingkungan. ''Yang ditakutkan warga adalah bau busuk yang akan semakin menyengat,'' katanya. Ditambahkan Rantauwan, ketika musim hujan, bau sampah akan semakin menyengat. Jika diperluas, dikhawatirkan dampaknya bertambah parah.

Dengan alasan itu, warga memutuskan agar Pemkab Tabanan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) meninjau ulang rencana perluasan TPA Mandung. ''Harapan warga, sebelum TPA diperluas, prosedur diikuti dan bisa meniru TPA Bangli yang menerapkan teknologi pengelolaan sampah,'' katanya. Kesepakatan penolakan tersebut diteken oleh warga. Rencananya, hasil rapat tersebut akan dituangkan dalam surat pernyataan tertulis, lalu diserahkan ke Bupati Tabanan dan DKP Tabanan.

Kepala DKP Tabanan I GN Supanji mengatakan pihaknya masih melakukan sosialisasi terkait revitalisasi TPA Mandung. Program itu dimaksudkan agar pengelolaan sampah lebih refresentatif. ''Kita masih melakukan sosialisasi ke masyarakat,'' katanya. Dijelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat di sekitar TPA. Bahkan, pihaknya akan mengajaknya studi banding ke Bangli, sehingga warga akan mengetahui proses pengolahan sampah yang bagus.

Dijelaskan, perluasan TPA itu dipicu volume sampah yang semakin besar. ''Program revitalisasi ini termasuk perluasan areal seluas 2,5 hektar lagi. Tujuannya, sampah yang menumpuk bisa diolah dengan baik. Sampah yang menumpuk saat ini, sudah menjadi tanah dan pupuk. ''Tinggal kita pindahkan saja dan bagus untuk pupuk,'' jelasnya. Selanjutnya, areal tersebut akan direvitalisasi, lalu dibuat pengelolaan sampah yang modern. (kmb30)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak