Tabanan (Bali Post) -Konflik pengelolaan objek wisata Tanah Lot, Kediri, Tabanan ternyata tak berdampak pada angka kunjungan wisatawan ke tempat ini. Untuk mendongkrak pendapatan, jam kunjung ke Tanah Lot akan diperpanjang hingga malam hari. Sayangnya, penambahan jam kunjung ini belum bisa segera dilaksanakan. Kendalanya, infrastruktur penerangan yang belum maksimal.
Dalam kondisi normal, jam kunjung ke Tanah Lot maksimal pukul 19.00 wita. Jam ini rencananya akan diperpanjang hingga menjelang tengah malam. "Ini masih rencana, tetapi kita sudah siapkan sejumlah infrastruktur penunjang," kata Manajer Pengelola Tanah Lot Ketut Toya Adnyana, Minggu (15/7) kemarin.
Dijelaskan, Tanah Lot berpeluang menambah jam kunjungan hingga malam hari. Syaratnya, harus ada lampu penerangan yang cukup, lalu akan sajian wisata lain, seperti kuliner dan budaya. Saat ini, kata Toya, penerangan yang tersedia belum maksimal, terutama yang terpasang di bibir pantai hingga ke lokasi pura luhur.
Bahkan, ketika malam, lampunya kerap kali mati akibat kelebihan beban listrik, sehingga suasana malam Tanah Lot belum bisa dinikmati maksimal. Idealnya, kata Toya, kawasan Tanah Lot mendapat satu gardu listrik. Kini, satu gardu terbagi dengan beberapa wilayah di sekitarnya. "Kita sudah berkoordinasi dengan PLN. Mudah-mudahan bisa segera terwujud penambahan satu gardu," harapnya.
Selain kendala penerangan, pihak manajemen juga masih kekurangan alat pengintai CCTV. Kini baru terpasang 11 unit CCTV dari jumlah ideal 20 unit. Padahal, jumlah tenaga pelayanan di Tanah Lot sudah optimal, total mencapai 200 orang. Jumlah ini naik 20 persen dibanding sebelumnya.
Selain menambah jam kunjungan, pihak manajemen berencana menggelar event budaya. Ajang ini akan memanfaatkan anggaran promosi yang rutin digelar setiap tahun. Toya menjelaskan, kenaikan harga tiket tak berdampak pada angka kunjungan. Bahkan, target pendapatan bisa terlampaui.
Hingga semester I tahun 2012, pendapatan sudah menembus Rp 17,71 miliar dengan total pengunjung mencapai 1.280.458 orang. Dari jumlah ini, mayoritas adalah wisatawan domestik. Angka ini naik tajam dibanding tahun 2011 yang hanya 1.164. 829 orang dengan pendapatan Rp 10,6 miliar. Selama musim liburan, rata-rata kunjungan menembus 7.000-8.000 orang per hari. Angka ini diprediksi akan meningkat selama musim libur hari raya Idul Fitri mendatang. (kmb30)
|