Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
06 Juli 2012 | BP
Pemilihan Perbekel Kedisan Diprotes
Gianyar (Bali Post) -

Pemilihan Perbekel Kedisan Kecamatan Tegallalang, Gianyar menuai protes. Hal ini dikarenakan umur calon pemenang pemilihan perbekel dalam hal ini incumbent, I Gusti Ngurah Oka, melebihi ketentuan yang diatur dalam Perda Pemerintahan Desa nomor 1 tahun 2008, pasal 110 huruf g, terkait batas umur maksimal calon perbekel adalah 60 tahun saat mendaftar.

Protes dilakukan sejumlah warga Pakudui dengan mengadu kepada Lembaga Advokasi Penegakan Otonomi Daerah (LAPOD). Oleh Direktur Eksekutif LAPOD, I Nyoman Adi Feri, S.H., pengaduan masyarakat itu telah disampaikan kepada Ketua Panitia Pemilihan Perbekel Kedisan, dengan sejumlah tembusan ke Bupati, DPRD, Kabag Pemdes, Dandim, Kapolres, dan instansi terkait lainnya.

Pemilihan Perbekel Kedisan yang dilakukan 28 Juni 2012 terdapat dua calon yakni I Gusti Ngurah Oka (incumbent) dan Dewa Ketut Raka. Dalam pemilihan, I Gusti Ngurah Oka sebagai pemenangnya. Akan tetapi, sebagaimana persyaratan sebagai calon yang diatur dalam Perda Pemerintahan Desa, calon perbekel tidak boleh melebihi 60 tahun telah terjadi pelanggaran.

I Gusti Ngurah Oka yang kelahiran 31 Desember 1951, di tahun 2012 telah berusia 60 tahun lebih. Sehingga tidak memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai calon dalam pemilihan perbekel. Menurut Adi Feri, kemenangannya juga patut diduga tidak sah dan melanggar hukum sehingga seharusnya didiskualifikasi atau dibatalkan. "Panitia dalam hal ini mestinya tahu keberadaan peraturan yang tercantum dalam perda tersebut," jelasnya.

Sementara Kabag Pemerintahan Desa Kabupaten Gianyar, Dewa Gde Suardana, yang dimintai konfirmasi membenarkan dirinya menerima surat dari LAPOD berkenaan pengaduan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilihan Perbekel Kedisan yang melanggar ketentuan yang ada. Setelah dipelajari, memang umur dari calon yang menang sebagaimana berkas yang disampaikan telah melewati 60 tahun. "Kami sudah berulang-ulang mewanti-wanti agar panitia dalam hal ini berhati-hati dan memperhatikan peraturan yang ada," jelasnya.

Terkait pelanggaran itu, pihaknya belum bisa berbuat banyak karena dari BPD maupun Panitia Pemilihan Perbekel Kedisan belum ada yang menyampaikan hasil pemilihan perbekel. "Kami masih menunggu, karena masa berakhir masa jabatan Perbekel Kedisan adalah 1 Agustus 2012," katanya.



Delapan Perbekel

Sementara itu, Kamis (5/7) kemarin, Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana melantik delapan perbekel di Balai Budaya Gianyar. Enam dari delapan perbekel periode 2012-2018 yang dilantik adalah perbekel incumbent. Keenam Perbekel adalah Perbekel Desa Singapadu Tengah, I Nyoman Rosman, Perbekel Desa Puhu, I Made Renyep, Perbekel Desa Belega, I Gusti Ngurah Gde Wibawa, Perbekel Desa Serongga, Anak Agung Gde Bagus Udayana, Perbekel Desa Bona, I Gusti Nyoman Gede Susila, dan Perbekel Desa Buahan Kaja, Drs. I Wayan Wirtana.

Sementara dua perbekel baru terpilih adalah Perbekel Blahbatuh Periode 2012-2018, I Gusti Ngurah Kapidada, S.E., menggantikan I Dewa Nyoman Sukadana, S.E., dan Perbekel Desa Kenderan, I Dewa Made Raka menggantikan I Ketut Gambar. (kmb16)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak