Ribuan krama Desa Pakraman Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar mengikuti tradisi Mapeed Jerimpen atau mengusung Jerimpen, Senin (14/5) kemarin. Prosesi yang masih serangkaian karya di Pura Desa Blahbatuh ini mengandung makna untuk memohon kesuburan dan kemakmuran.
Jerimpen yang merupakan salah satu sarana upacara, terbuat dari bambu dilengkapi dengan umbi-umbian dan jajan serta hiasan janur. Jerimpen itu diusung oleh krama dengan berjalan keliling desa.
Bendesa Adat Blahbatuh I Wayan Kantor mengatakan, makna yang terkandung dari upcacara itu adalah untuk memohon kesuburan dan kemakmuran masyarakat Desa Blahbatuh pada khususnya, serta Bali pada umumnya.
Tradisi itu sebagaimana diatur dalam kesepakatan masyarakat adat dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Selain membawa Jerimpen, dalam pelaksanaan keliling banjar itu, iring-iringan dimeriahkan dengan gamelan baleganjur. Hal ini menandakan kalau tradisi itu telah dimulai, bahkan permohonan kemakmuran pun sudah dimulai. (kmb16)