Amlapura (Bali Post) –Seorang anggota polisi Bripka Made Kamayatana menderita kaki terkilir saat latihan pengendalian rusuh massa di depan kantor DPRD Karangasem dan lapangan Tanah Aron, Sabtu (28/4). Setelah dibantu sejumlah rekannya dengan memijat dan menarik kakinya, anggota Satreskoba Polres Karangasem itu lantas diajak ke rumah sakit.
Dalam latihan itu Kamayatana bersama ratusan rekannya bertindak sebagai massa demo yang berakhir dengan kerusuhan. Saat saling dorong, berlarian dan lempar benda ke arah pasukan dalmas-- seperti layaknya kerusuhan massa betulan--Kamayatana akhirnya keluar dari massa. Dia mengeluhkan kakinya terkilir.
Latihan pengendalian massa yang dipantau Kapolres Karangasem AKBP Jefri Torunde dan seluruh perwira itu, setingnya, pagi Sabtu (28/4) itu ada gerombolan massa yang akhirnya long march ke gedung DPRD Karangasem. Namun, sebelumnya tak ada penyampaian ke polisi. Mereka hendak menyampaikan aspirasi menuntut diturunkannya harga sembako, karena harga BBM tak jadi naik. Di mana, meski harga BBM tak jadi naik, justeru harga sembako naik. Demo massa yang tak puas, karena tak diberi masuk ke gedung DPRD dengan dihadang pasukan dalmas, akhirnya berujung bentrok massa, masyarakat demo berhadapan dengan dalmas.
Usai latihan, Kapolres Jefri Torunde minta pasukan dalmas itu terus latihan rutin. Dimulai dari dalmas di tiap Polsek. Soalnya, lanjut Kapolres saat latihan menghadapi massa tidak sebenarnya saja, personil dalmas itu sudah ngos-ngosan dan kelabakan, bagaimana kalau menghadapi massa rusuh sesungguhnya. ‘’Berlatih terus mulai dari dalmas awal di Polsek. Kalau sering latihan pikiran bakal terpola apa yang harus dilakukan jika menghadapi massa yang rusuh. Saat latihan tadi (Sabtu itu –red) saya lihat memang ada yang betul-betul serius,’’ kata Jefri Torunde. (013)
|