Semarapura (Bali Post) -
Rencana perusahaan daerah air minum (PDAM) Klungkung merekrut pegawai baru, mendapat reaksi anggota DPRD Klungkung. Mereka meminta perekrutan dilakukan secara transparan, dilengkapi pengkajian yang matang sesuai kebutuhan. Desakan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Klungkung, Putu Tika Winawan, Senin (23/4) kemarin.
Tika Winawan meminta, perekrutan pegawai PDAM jangan sampai berdalih demi pelayanan. "Kalaupun harus merekrut pegawai, mesti dilakukan secara transparan, ada pengkajian matang dan dibentuk tim seleksi yang berkualitas. Sebab PDAM itu menyangkut pelayanan teknis sehingga dibutuhkan pegawai dengan keterampilan khusus," sebutnya.
Yang penting untuk selalu diingat, tambah Tika, PDAM mesti mengedepankan jasa pelayanan yang disertai jasa sosial. Bukan mengedepankan keuntungan. "Sudah menjadi kewajiban pemerintah melindungi dan menyejahterakan rakyat. Bukan membebani rakyat," katanya.
Anggota DPRD Klungkung, Wayan Buda Parwata, bahkan menyebutkan, PDAM telah menyakiti masyarakat dengan rencananya merekrut pegawai baru. Selama ini, PDAM mengaku sering merugi, kemudian menaikkan tarif. "Kalau sekarang ada keuntungan, kenapa yang diprioritaskan membangun gedung dan perekrutan pegawai," kritik Buda.
Seharusnya, dana yang ada dimanfaatkan untuk perbaikan kualitas pelayanan supaya tidak ada lagi air macet. Juga untuk menggali potensi sumber mata air baru dan utamanya untuk memperbaiki saluran perpipaan yang rawan ambruk karena longsor pada saat hujan. "Saya mempertanyakan kinerja badan pengawas. Keberadaan mereka kan tidak untuk jadi patung. Tetapi harus berani memberi masukan/kritikan untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat," sebutnya.
Anggota DPRD lain, Komang Suantara, mengakui rencana diam-diam PDAM merekrut pegawai baru nyaris tak terpantau wakil rakyat yang notabene memiliki fungsi kontrol. Sementara itu, Dirut PDAM, Gede Darsana, mengakui rencana PDAM merekrut pegawai. Saat ini masih memohon izin ke Bupati.
Perekrutan dilakukan karena melihat kondisi PDAM saat ini. Kata Darsana, PDAM mulai berkembang sedangkan sejumlah pegawai ada yang pensiun, sakit atau bahkan meninggal dan belum ada peremajaan. "Sehingga perlu ada penambahan pegawai baru," katanya. Tidak adanya penambahan pegawai selama ini, berpengaruh terhadap pelayanan. Karena ketika ada pensiunan, misalnya petugas pencatat meteran, mereka diganti pegawai administrasi atau retribusi. Sehingga hanya tambal sulam.
Pegawai yang dibutuhkan dari semua divisi yakni petugas lapangan (pencatat meteran), tenaga administrasi, retribusi dan lainnya. Nantinya, mereka yang direkrut merupakan pegawai tetap. "Soal jumlahnya, saya kira di bawah 25 orang. Disesuaikan dengan kebutuhan dan pertimbangan finansial," ujar Darsana. Ditambahkan, pihaknya belum menentukan standar pendidikan mereka yang akan direkrut. "Yang terpenting saat ini izin dari Bupati," sebutnya.
Di pihak lain, sejumlah warga menyebutkan setiap pegawai PDAM yang pensiun, biasanya langsung digantikan oleh anggota keluarga seperti anak atau anggota keluarga lainnya, sehingga tidak mungkin terjadi kekosongan. "Jangan-jangan, itu cuma akal-akalan," ujar seorang warga Klungkung. (kmb20)
|