Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
05 Maret 2012 | BP
Seluruh RS di Jembrana Belum Memiliki IPAL
Seluruh RS di Jembrana Belum Memiliki IPAL
Negara (Bali Post) –Seluruh rumah sakit di Jembrana baik milik daerah maupun swasta ternyata belum dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sebagian besar RSU di Jembrana hanya menggunakan septic tank, bahkan ada pembuangannya yang ke saluran umum. Padahal sebagaimana yang diatur dalam UU RI No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit dan UU 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup diwajibkan memiliki IPAL.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) Jembrana Made Widana baru-baru ini. Ia mengatakan pada tahun ini diharapkan seluruh RS memiliki IPAL. Sehingga dengan IPAL itu nantinya RSU dapat mengolah limbah menjadi baku mutu limbah. Termasuk di antaranya RSUD yang tahun ini telah naik status menjadi BLU praktis harus dilengkapi dengan pengolahan air limbah tersebut. Selain RSU Negara, seluruh RS swasta di Jembrana juga belum memiliki pengolahan limbah ini. Sehingga pada tahun ini RSUD Negara diberikan anggaran khusus untuk pembuatan IPAL melalui kantor LHKP sekitar Rp 900 juta. “Tahun ini kami sudah mulai menggarap dan diharapkan langkah ini bisa menggugah RS lain yang ada di Negara untuk juga membuat hal serupa,” tukas Widana.

Anggaran ini menurutnya akan dibagi untuk perencanaan dan pengawasan, sehingga total yang digunakan sekitar Rp 800 juta. IPAL yang akan dibangun di RSUD nanti bisa menampung pengolahan untuk sekitar 200 kamar dan permanen. “Kami harapkan ke depan, setelah RSUD Negara memilikinya, seluruh RS juga harus mempunyai IPAL,” tegasnya.

Hal itu menurutnya juga berlaku bagi seluruh pabrik-pabrik yang ada di Jembrana. Dari hasil pengawasan LHKP dari puluhan pabrik, baru dua pabrik di Pengambengan yang sudah mulai menggarap IPAL tersebut.

Diharapkan akhir tahun ini semua pabrik sudah memilikinya. (kmb26)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak