Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
12 Januari 2012 | BP
Samsat Karangasem Sepi dari Calo
Terkadang Samsat ''Online'' Ngadat
KANTOR UPT Samsat Karangasem agaknya sepi dari WP juga sepi dan calo setelah diterapkan Samsat online. Hanya terkadang pelayanan melalui samsat online ngadat serta benwit jaringan turun, sehingga download data menjadi lambat.

Hal itu disampaikan Kepala UPT Samsat Karangasem Ida Bagus Mantra, S.H., Rabu (11/1) kemarin di kantornya di Galiran, Karangasem. Dikatakannya, saat diterapkan perbaikan pelayanan terlebih dengan adanya Samsat online, sudah tak ada lagi samsat lewat calo. Bahkan, lewat biro jasa pun dari luar daerah hanya satu-dua per hari.

Sementara wajib pajak (WP) dari Karangasem lebih suka mengurus pembayaran pajaknya sendiri. Masalahnya, selain jauh lebih sederhana dan mudah dibandingkan dengan zaman dulu, juga pelayanan jauh lebih cepat. Apalagi, WP ranmor di Karangasem tak begitu banyak, berkisar 300 WP per hari. Namun WP membeludak usai hari libur, seperti usai hari raya keagamaan yakni hari raya Galungan. Usai libur Galungan WP membeludak bisa lebih 600 orang sehari. ''Pernah usai Galungan WP membeludak sampai 800 orang,'' ujar IB Mantra.

Dikatakan, saat ini pelayanan pembayaran pajak atau Samsat Karangasem bisa 15 menit atau 30 menit. Hal itu jika semuanya berjalan lancar, terutama jaringan Samsat online. Namun, katanya, jaringan online itu adakalanya ngadat atau krodit. Pada saat seperti itu, kami koordinasi di kantor UPT Samsat lainnya, juga terjadi masalah sama. Dikatakan, kalau pun tak ngadat 100 persen, bisa juga benwit jaringan turun sehingga download data juga bisa lambat. ''Kalau WP lama menunggu, mereka biasanya tengak-tengok ke petugas. Memang menunggu itu paling membosankan. Saat pelayanan agak lambat, kita sampaikan permakluman dan biasanya WP bisa memaklumi,'' paparnya.

Terkait keberadaan Samsat lewat calo, dikatakannya, di Karangasem sudah tak ada. Soalnya, pelayanan sudah cepat dan dipermudah. Soal gosok mesin atau menyangkut registrasi dan identifikasi dan pemberian nomor pelat kendaraan itu kewenangan dari kepolisian yakni bagian registrasi dan identifikasi. Dikatakan, menyangkut nomor kendaraan ''cantik'' pihaknya tak tahu. Sejauh ini pihaknya tak menerima keluhan dari WP kalau mereka ada menawari nomor ''cantik'' dengan biaya tertentu. ''Soal pemberian atau penetapan nomor kendaraan itu kepolisian kewenangannya, kami tak tahu,'' katanya.

Dikatakan, dalam berkas terkait penetapan besarnya nilai pajak dari objek pajak berupa ranmor, kalau ada perbedaan tipe misalnya, pihaknya selalu mengembalikan berkasnya untuk diperbaiki bagian regident. Soalnya, tipe kendaraan bisa menentukan nilai pajaknya. Namun pengembalian itu sepanjang pengalamannya sangat jarang. (bud)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak